FUI DIY Perkuat Ukhuwah dan Koordinasi Antarelemen Umat Islam di Yogyakarta

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY terus berupaya membangun komunikasi dan menjaga hubungan antarlembaga, organisasi masyarakat, masjid, serta komunitas Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penguatan ukhuwah menjadi salah satu landasan dalam merespons berbagai persoalan sosial, keagamaan, dan kebangsaan yang berkembang di masyarakat.

Pengurus Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (AM FUI) DIY, Yuyun Afnan, mengatakan bahwa perbedaan latar belakang organisasi maupun pandangan tidak harus menjadi penghalang bagi elemen umat Islam untuk menjalin komunikasi dan bekerja sama. Selama terdapat kesamaan kepentingan dalam persoalan keumatan dan kemasyarakatan, koordinasi dan dukungan antarelemen tetap dapat dibangun.

Menurut Yuyun, pola hubungan tersebut dilakukan melalui komunikasi, konsolidasi, kajian, jaringan masjid, hingga kegiatan bersama. Setiap organisasi tidak harus selalu berada dalam satu kegiatan yang sama, tetapi dapat saling mendukung ketika terdapat isu yang menjadi perhatian bersama. Pola tersebut antara lain terlihat dalam kegiatan solidaritas Palestina, kegiatan keagamaan, serta penyikapan terhadap sejumlah persoalan sosial di Yogyakarta.

“Yang jelas, kami memahami bahwa kita harus menjaga persaudaraan. Karena itu, cara-cara yang dilakukan juga tidak boleh keluar dari semangat persaudaraan tersebut,” ujar Yuyun.

Dalam menyikapi persoalan di masyarakat, lanjutnya, FUI DIY saat ini lebih mengedepankan pendekatan melalui jalur hukum, dialog, dan kelembagaan. Apabila terdapat persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian, FUI berupaya berkomunikasi dengan pemerintah, DPRD, maupun aparat dan instansi yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.

Pendekatan tersebut, kata Yuyun, salah satunya dilakukan dalam menyikapi persoalan peredaran dan penjualan minuman beralkohol di DIY. FUI bersama sejumlah elemen masyarakat menyampaikan aspirasi melalui jalur kelembagaan dan mendorong pemerintah serta aparat menjalankan pengawasan dan penegakan aturan.

“Sekarang kami lebih mengedepankan komunikasi dengan aparat. Jangan sampai tindakan yang dilakukan justru menimbulkan sentimen atau benturan dengan masyarakat. Kalau persoalannya berkaitan dengan penegakan hukum, maka kita dorong melalui aturan dan institusi yang berwenang,” jelasnya.

Yuyun menambahkan, kehati-hatian juga diperlukan ketika menghadapi persoalan sensitif yang berkaitan dengan kehidupan antarumat beragama. FUI DIY, menurutnya, berupaya melakukan pengecekan dan mencari informasi yang valid sebelum menentukan sikap terhadap suatu persoalan.

Selain komunikasi antarlembaga, FUI DIY juga memiliki jaringan komunikasi dengan masjid-masjid yang digunakan untuk berbagi informasi dan membangun koordinasi. Konsolidasi serta kajian rutin menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi sekaligus membahas perkembangan persoalan keumatan, sosial, dan kebangsaan.

Ke depan, Yuyun menegaskan bahwa FUI DIY berupaya mempertahankan perannya sebagai ruang komunikasi dan konsolidasi umat. Dengan mengedepankan ukhuwah, dialog, serta jalur kelembagaan, hubungan antormas dan komunitas Islam diharapkan tetap terjaga sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bro Gibran Desak Ketegasan MK: Syarat Formil Tak Terpenuhi, Permohonan Wajib Ditolak

Mata Indonesia, Jakarta - Praktisi hukum sekaligus Kepala Bidang Hukum Bro Gibran, Noor Misuarie Erbachan, mendesak Mahkamah Konstitusi (MK)...
- Advertisement -

Baca berita yang ini