Final Piala AFF U-16: Insiden Pelemparan Botol, Vietnam Minta Jaminan Keamanan Pemain

Baca Juga

MATA INDONESIA, SLEMAN – Pelatih Timnas Vietnam U-16, Nguyen Quoc Tuan meminta jaminan keselamatan para pemainnya saat menghadapi Indonesia di final Piala AFF U-16 terkait insiden pelemparan botol di pertemuan sebelumnya.

Pemain Vietnam mendapat intimidasi dari penonton saat menghadapi Indonesia di penyisihan grup. Kala itu, kiper Vietman menjadi sasaran penonton yang melemparinya dengan botol minuman.

Quoc Tuan berharap insiden itu tak terjadi lagi. Dia meminta jaminan keselamatan anak asuhnya di laga final yang digelar pada Jumat 12 Agustus 2022 di Stadion Maguwoharjo.

“Selain faktor profesional, saya juga memiliki beberapa pendapat terkait penyelenggara turnamen U-16 Asia Tenggara 2022. Saya berharap pihak penyelenggara akan memastikan keamanan pemain Vietnam U-16, terutama pada tahap persiapan pertandingan,” ujarnya.

“Pada pertemuan sebelumnya, penonton memberikan banyak tekanan pada pemain kami. Semoga panitia akan memastikan keamanan di belakang gawang untuk tim Vietnam U-16,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini