Final Ideal French Open: Djokovic vs Nadal

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Final ideal tersaji di final grand slam French Open 2020. Dua petenis unggulan teratas akan bertarung di partai puncak.

Unggulan kedua asal Spanyol, Rafael Nadal melaju ke final setelah mengalahkan Diego Schwartzman (Argentina), 6-3, 6-3, dan 7-6 (7-0). Selama kariernya, Nadal hanya kalah dua kali di French Open, yang merupakan turnamen favoritnya karena main di lapangan tanah liat.

Nadal berpeluang menyamai torehan titel grand slam Roger Federer dengan 20 trofi dengan catatan bisa mengalahkan Djokovic di final. Bagi Djokovic, dia akan meraih titel grand slam ke-18 andai menjadi juara.

“Menghadapi Diego selalu sulit. Saya bahagia dengan permainan saya, saya pikir ada banyak peningkatan dan ini pertandingan positif buat saya,” ujar Nadal, dikutip dari BBC, Sabtu 10 Oktober 2020.

Di laga lain, Djokovic dipaksa kerja keras untuk meraih tiket ke final. Petenis Serbia melakoni pertarungan lima set sebelum mengalahkan petenis Yunani, Stefanos Tsitsipas, 6-3, 6-2, 5-7, 4-6, dan 6-1.

“Saya tak merasa terlalu lelah usai pertandingan. Ini pertarungan menarik, tapi saya merasa baik-baik saja. Saya rasa satu setengah hari sudah cukup bagi saya memulihkan kondisi,” kata Djokovic.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini