Final French Open: Djokovic Sedikit Lebih Diunggulkan dari Nadal

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Final grand slam French Open 2020 akan mempertemukan dua petenis teratas. Untuk kali ini, Djokovic sedikit diunggulkan dari Nadal.

Djokovic ke final usai melalui pertarungan sengit lawan Stefanos Tsitsipas. Petenis asal Serbia dipaksa main lima set. Sebaliknya, Nadal hanya bermain tiga set menundukkan Diego Schwartzman.

Djokovic sedikit lebih diunggulkan karena lebih banyak bertanding di 2020 atau di tengah pandemi Covid-19. Petenis nomor satu dunia memaminkan 37 pertandingan dan hanya kalah satu kali di grand slam US Open tiga pekan lalu ketika didiskualifikasi.

Sebaliknya, Nadal memilih absen di US Open karena kekhawatiran Covid-19. Total petenis Spanyol itu hanya tampil sembilan kali sejak Maret.

Meski demikian, Nadal juga punya keuntungan. Dia adalah raja lapangan tanah liat. Selama 15 tahun bermain di French Open, Nadal cuma kalah dua kali saja.

“Satu-satunya hal yang saya tahu untuk melawan Novak adalah, saya harus menampilkan permainan terbaik. Tanpa permainan terbaik, situasi akan sangat sulit,” ujar Nadal, dikutip dari BBC, Sabtu 10 Oktober 2020.

“Saya tahu harus membuat satu langkah maju. Saya pikir itu berhasil di pertandingan hari ini. Tapi itu saja tak cukup untuk pertandingan hari Minggu nanti. Saya harus membuat langkah maju lagi,” katanya.

Final akan digelar di Lapangan Philippe-Chartier, Minggu 11 Oktober 2020. Nadal berburu gelar grand slam ke-20, sementara Djokovic mengincar gelar grand slam ke-18.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini