FIFA Match Day, PSSI Incar Negara Amerika Selatan Jadi Lawan Timnas Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan uji coba internasional (FIFA Match Day) pada September 2022. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan membeberkan siapa calon lawan skuat Merah Putih.

Pertandingan FIFA Match Day digelar pada 19-27 September 2022. Skuat Garuda bisa memanfaatkan laga ini untuk menaikkan peringkat FIFA dalam dua pertandingan.

Hingga kini, belum diketahui siapa calon lawan Indonesia. Tapi, Iriawan memberikan bocoran siapa lawan yang diinginkan di FIFA Match Day nanti.

“Salah satu negara Amerika Latin yang pasti. [Rencana] mainnya di Indonesia, saya minta [calon lawan] ranking-nya di bawah 100. Ya 100 sampai 80 lah,” ujarnya.

FIFA Match Day dijadikan barometer kekuatan timnas Indonesia. Diharapkan. Iriawan berharap, calon lawan peringkatnya tidak terlalu jauh.

“Nanti kita bisa ukur kekuatan ketika sudah dapat negara. Kalau satu sudah dikontak, tinggal cari satu lagi. Saya minta ranking-nya jangan terlalu dekat sama kita,” katanya.

Jika dilihat dari peringkat FIFA saat ini, negara Amerika Selatan yang peringkatnya di bawah 100 atau maksimal peringkat 80 adalah Bolivia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini