FBI Rilis Dokumen Investigasi 9/11: Arab Saudi Terlibat

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – 20 tahun adalah batas waktu dokumen-dokumen rahasia yang bisa dipublikasikan Pemerintah Amerika Serikat. Badan Investigasi Amerika Serikat, FBI merilis dokumen pertama dari penyelidikan serangan World Trade Center (WTC) 9/11. Dalam laporan yang dibuka setelah adanya perintah dari Presiden Joe Biden ada tudingan Arab Saudi terlibat.

Reuters melaporkan, dokumen setebal 16 halaman itu menyebutkan adanya keterlibatan pejabat Arab Saudi dalam pembajakan pesawat yang menabrak gedung WTC.

CNN memberitakan dalam laporan itu, FBI menduga adanya dukungan logistik yang pejabat konsuler Arab Saudi dan agen intelijen Arab di Los Angeles, Amerika Serikat, terhadap pembajak pesawat.

Pemerintah Arab Saudi telah lama membantah terkait tudingan tersebut. Kedutaan Arab Saudi merilis bantahan itu di Washington, Amerika Serikat, pada 8 September 2021.

”Seperti penyelidikan sebelumnya, termasuk Komisi 9/11 dan rilis yang ’28 Halaman’, tidak ada bukti yang pernah muncul untuk menunjukkan bahwa pemerintah Saudi atau pejabatnya memiliki pengetahuan sebelumnya tentang serangan teroris atau berada di cara apa pun yang terlibat,” tulis pernyataan Pemerintah Arab Saudi.

Pada 11 September, tepat 20 tahun yang lalu, sejumlah teroris dari kelompok al-Qaida membajak empat pesawat penerbangan komersial.

Pada pukul 08.46 pagi, pesawat Boeing 757 American Airlines Flight 11 menghantamkan diri ke Menara Utara World Trade Center (WTC) di New York City. WTC saat itu merupakan lambang kegagahan dan modernitas bangsa Amerika Serikat.

Tabrakan di Menara Utara tersebut memicu api yang besar di lantai 93-99.  Akibatnya menewaskan para penumpang, warga sipil yang tengah berkantor, serta para teroris. Mereka yang berada di lantai-lantai atas terperangkap tak mampu menyelamatkan diri akibat rusaknya tangga darurat.

Belum usai keterkejutan warga, 17 menit kemudian, pesawat Boeing 757 United Airlines Flight 175 menghantam lantai 60 Menara Selatan WTC. Dua dari tiga tangga darurat hancur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini