Fans Arsenal Frustasi, ‘Emery Out’ Terus Menggema

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Fans Arsenal mulai frustasi dan marah dengan kinerja Unai Emery dalam menangani The Gunners yang terus meraup hasil buruk di Liga Inggris beberapa pekan terakhir.

Sudah lelah dengan buruknya kinerja pria asal Spanyol tersebut, fans Arsenal menggaungkan ‘Emery Out’. Mereka meminta sang pelatih segera angkat kaki, dan manajemen mencari manajer baru yang lebih baik.

Desakan itu menggema setelah Arsenal ditahan imbang tim papan bawah Southampton 2-2 pada pekan ke-13 Liga Inggris, di Emirates Stadium, Sabtu 23 November 2019.

Arsenal nyaris kalah saat tertinggal 1-2 oleh Southampton. Beruntung, Alexandre Lacazette menjadi malaikat penyelamat Arsenal dengan golnya yang menyamakan kedudukan di masa injury time.

Menanggapi kemarahan suporter, Emery mengaku ia paham dengan kekecewaan semua pihak, dan frustasinya para pendukung belakangan ini.

“Saya paham, kami tidak pantas mendapatkan apapun. Saya mengerti para fans, mereka frustasi, tapi para pemain juga merasakan hal yang sama,” kata Emery seperti dikutip dari Daily Star.

Kini, Arsenal berada di posisi ke-7 klasemen sementara Liga Inggris dengan torehan 18 poin.

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Memperkuat Konsolidasi Nasional demi Percepatan Pembangunan

Oleh: Rendra Mahaputra*Taklimat yang disampaikan oleh Prabowo Subianto kepada jajaran Kabinet Merah Putih menjadi cerminan nyata dari upaya konsolidasi nasional yang semakin kuat dalam mendorong percepatan pembangunan Indonesia. Forum tersebut tidak sekadar menjadiajang penyampaian arahan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis untukmenyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta memastikan bahwa seluruh elemenpemerintahan bergerak dalam satu garis kebijakan yang terintegrasi. Dalam konteks ini, taklimat Presiden memiliki makna yang lebih luas sebagai fondasi penguatan tata kelolanegara yang efektif dan responsif terhadap dinamika global.Selama satu setengah tahun masa pemerintahan berjalan, capaian yang diraihmenunjukkan progres signifikan yang memperkuat kepercayaan publik. Penegasanmengenai prestasi yang nyata dan terukur secara matematis serta terlihat langsung di lapangan menjadi bukti bahwa pemerintah mengedepankan pendekatan berbasiskinerja. Ini merupakan sinyal kuat bahwa arah pembangunan tidak lagi bertumpu pada wacana, tetapi pada hasil konkret yang dapat dirasakan masyarakat. Stabilitas nasionalyang tetap terjaga di tengah tekanan global semakin menegaskan bahwa kebijakanyang diambil berjalan efektif dan tepat sasaran.Dalam konteks global, Presiden juga menyoroti tantangan besar yang tengah dan akandihadapi dunia. Ia mengingatkan bahwa potensi krisis global meliputi tiga sektorfundamental, yaitu pangan, energi, dan air. Pandangan ini tidak hanya menunjukkanketajaman analisis, tetapi juga konsistensi visi yang telah lama dibangun. Bahkan, perspektif tersebut selaras dengan proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam agenda pembangunan berkelanjutan yang menempatkan ketiga sektor tersebut sebagai faktorpenentu keberlangsungan peradaban.Penekanan terhadap pentingnya ketahanan pangan, energi, dan air menjadi buktibahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan fondasi jangka panjang. Upaya menuju swasembada di sektor-sektortersebut mencerminkan komitmen untuk memperkuat kedaulatan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap dinamika eksternal. Dalam konteks ini, Indonesia tidak sekadar beradaptasi dengan perubahan global, tetapi juga berupaya menjadinegara yang mandiri dan berdaya saing tinggi.Khusus pada sektor air, Presiden menilai Indonesia memiliki keunggulan yang signifikandibandingkan banyak negara lain. Ketersediaan sumber daya air yang melimpahmenjadi modal besar bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Meskipun masihterdapat tantangan di beberapa wilayah, terutama di Indonesia timur, persoalantersebut lebih berkaitan dengan aspek pengelolaan dan distribusi. Kerusakanlingkungan seperti penebangan hutan menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaanair, namun hal ini diyakini dapat diatasi melalui kebijakan yang tepat serta kesadarankolektif dalam menjaga kelestarian alam.Taklimat ini juga menegaskan pentingnya sinergi dalam tubuh pemerintahan. KepalaBadan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka...
- Advertisement -

Baca berita yang ini