Fakta Terbaru, Ilmuwan Nuklir Iran Tewas oleh Senapan Mesin Canggih

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Wakil Komandan Garda Revolusi, Laksamana Ali Fadavi mengungkapkan fakta terbaru seputar kematian ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh. Sang ilmuwan tewas oleh senapan mesin yang dikendalikan satelit dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Fakhrizadeh sedang mengemudi kendaraannya di jalan raya dekat kota Teheran dengan dikawal oleh 11 orang pada 27 November. Setidaknya ada 13 tembakan yang dilepaskan, dan tiga di antaranya menyarang di tubuh Fakhrizadeh.

Senapan mesin tersebut dipasang pada pick up Nissan dan hanya difokuskan pada wajah Fakhrizadeh, sementara di lokasi kejadian turut pula sang istri yang hanya berjarak 25 sentimeter, namun tidak ditembak.

“Senapan itu dikendalikan secara online melalui satelit dan menggunakan kamera canggih dan kecerdasan buatan untuk membuat target,” kata Laksamana Ali Fadavi, melansir English al Arabiya, Senin, 7 Desember 2020.

Fadavi menambahkan bahwa Kepala Keamanan Fakhrizadeh memastikan tidak ada teroris di tempat kejadian. Sebelumnya, seorang sumber mengatakan kepada Press TV bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh Fakhrizadeh adalah buatan Israel.

Menurut Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, Fakhrizadeh adalah salah satu deputi dan mengepalai Kementerian Pertahanan dan Organisasi Riset dan Inovasi dengan fokus pada bidang pertahanan nuklir.

Di masa pandemi virus corona, Fakhrizadeh menjadi tokoh berpengaruh dalam program pengembangan vaksin potensial untuk skala lokal dan nasional.

Ia merupakan satu-satunya ilmuwan industri pertahanan yang namanya disebutkan secara langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada 2018. Berdasarkan laporan intelijen Israel dan Amerika Serikat, Fakhrizadeh menjalankan proyek nuklir “amad” atau harapan Iran dan sedang mengembangkan senjata nuklir secara rahasia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Hadir Menjamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Ketegangan Dunia

Oleh: Rian Hakim )*Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidakmengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraanibadah haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruhjemaah Indonesia. Pemerintah terus memperkuat koordinasi denganotoritas Arab Saudi serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kelancaranoperasional haji, tetapi juga perlindungan menyeluruh terhadap jemaahsejak keberangkatan hingga kepulangan. Di tengah dinamika konflikinternasional, negara hadir memberikan jaminan keamanan melaluidiplomasi, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan koordinasilintas lembaga.Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah Arab...
- Advertisement -

Baca berita yang ini