Facebook Resmi Berganti Nama Baru, Ternyata Dalam Bahasa Ibrani Artinya Mati

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Perusahaan media sosial Facebook secara resmi telah mengganti namanya menjaid meta. Pergantian nama itu diumumkan langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg di akun resminya, Jumat 29 Oktober 2021.   

Namun, ternyata bahasan mengenai nama baru Facebook terdengar seperti kata Ibrani yang berarti mati.

Dr Nirit Weiss-Blatt, seorang pakar teknologi, menulis dalam tweet yang ditujukan kepada tim komunikasi Facebook: ‘Dalam bahasa Ibrani, ‘Meta’ berarti ‘Mati’.

Dilansir Guardian, penulis The Techlash and Tech Crisis Communication mengatakan bahwa komunitas yunani akan menertawakan nama ini selama bertahun-tahun yang akan datang. Meta terdengar seperti bentuk feminin dari kata Ibrani.

Ini bukan pertama kalinya brand tersesat dalam terjemahan. Ketika KFC tiba di China pada tahun 1980-an dengan slogan “finger lickin’ good” tidak disambut dengan antusias oleh penduduk setempat. Karena kalimat tersebut jika diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin artinya ‘makan jari anda’.

Perubahan citra Facebook disambut dengan tawa dari jenis yang berbeda di sebuah perusahaan bahan industri Kanada yang kurang terkenal yang harga sahamnya melonjak dalam kasus identitas yang salah.

Dilansir Reuters, saham di Meta Materials, yang berbasis di Nova Scotia, melonjak enam persen dalam pembukaan perdagangan di Nasdaq pada hari Jumat, setelah naik 26 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. Saham Facebook naik 1,6 persen.

Meta Materials mengkhususkan diri dalam merancang bahan yang digunakan dalam industri termasuk elektronik konsumen dan kedirgantaraan dan memiliki perkiraan nilai pasar $1,3 miliar. Masih belum jelas apakah kenaikan saham itu benar-benar disebabkan oleh kesamaan namanya dengan nama baru Facebook.

Diketahui, Visi Meta sendiri berbeda dengan Facebook, kata Mark Zuckerberg, visi baru Meta adalah membantu menghidupkan Metaverse. Sedangkan misinya, masih sama dengan Facebook yaitu menyatukan orang-orang pada aplikasi dan merek.

Mark Zuckerberg juga menceritakan bagaimana asal nama “Meta” diambil sebagai pengganti Facebook.

“Saya dulu belajar Klasik, dan kata “meta” berasal dari kata Yunani yang berarti “melampaui”. Bagi saya, itu melambangkan bahwa selalu ada lebih banyak untuk dibangun, dan selalu ada bab berikutnya dari cerita,’ katanya.

“Kami adalah sebuah cerita yang dimulai di kamar asrama dan tumbuh melampaui apa pun yang kami bayangkan; menjadi sebuah keluarga aplikasi yang digunakan orang untuk saling terhubung, untuk menemukan suara mereka, dan untuk memulai bisnis, komunitas, dan gerakan yang telah mengubah dunia”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini