Erick: Persiapan Vaksinasi Covid19 Seperti Ini Beberapa Bulan Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam beberapa bulan mendatang, pemerintah memastikan kebutuhan untuk bantuan vaksin Covid19 maupun program vaksin mandiri.

Program vaksin mandiri dalam hal ini adalah mereka yang mampu secara ekonomi diwajibkan membeli.

“Ini menjadi bagian yang diutamakan juga dalam periode berapa bulan ke depan untuk vaksinasi,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir usai rapat terbatas secara virtual, Senin 14 September 2020.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Menteri BUMN mengaku telah melaporkan kepada Presiden Jokowi perihal kerja sama pengadaan vaksin dengan sejumlah perusahaan seperti AstraZeneca, CanSino, dan Pfizer.

Pemerintah juga terus melakukan kerja sama dengan CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovation) dan GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization).

Sementara itu, Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) menyampaikan bahwa Presiden juga meminta untuk dilakukan pendalaman terkait untuk tenaga honorer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini