Emas Dunia Nyaris Tembus USD2.000/Ons

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK  – Harga emas dunia melonjak pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB 5 Maret 2022 menuju USD 2.000 per ons.

Banyak orang memburu emas imbas meningkatkan risiko agresi Rusia ke Ukraina. Mengutip Antara, Sabtu, 5 Maret 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melambung USD 30,7 atau 1,59 persen, menjadi USD 1.966,60 per ons.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 57,7 sen atau 2,29 persen, menjadi USD25,789 per ons. Platinum untuk pengiriman April naik USD36 atau 3,33 persen, menjadi USD1.116,8 per ons.

”Krisis Rusia-Ukraina akan terus mendukung prospek harga logam mulia lebih tinggi,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Adapun saham-saham di Wall Street yang turun dan tingginya data lapangan pekerjaan AS turut mendukung kenaikan harga emas. Pasalnya, laporan itu akan mendorong Federal Reserve untuk lebih longgar dengan kenaikan suku bunganya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini