Ekspor dan Investasi jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, peningkatan kinerja ekonomi di tahun ini utamanya didukung oleh kinerja ekspor. Ini didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global dan kenaikan sejumlah komoditas andalan Indonesia yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat.

“Pertumbuhan ekonomi tetap di topang oleh kinerja ekspor dari perbaikan ekonomi global dan kenaikan komoditas,” ujarnya dalam Annual Investment Forum 2022, Jakarta, Kamis 27 Januari 2022.

Selain ekspor, lanjut Perry, laju pertumbuhan ekonomi tahun ini juga didorong dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini didukung vaksinasi serta pembukaan sektor-sektor ekonomi penting.

Kemudian, berlanjutnya stimulus kebijakan baik bersifat moneter dan fiskal terhadap korporasi dan UMKM juga akan menjaga ketahanan dunia usaha. Alhasil, tren pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 bisa terus dipertahankan.

Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi bersama kementerian/lembaga terkait lainnya untuk memperkuat sektor keuangan. Antara lain menjajaki sinergi bersama Kementerian Keuangan untuk mempertahankan nilai tukar Rupiah agar tetap stabil di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda.

“Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022,” katanya.

Diketahui, Bank Indonesia, memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 mencapai 4,7 persen sampai 5,5 persen. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun lalu yang berkisar 3,2 persen hingga 4,0 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini