Dukungan Penuh APEKSI untuk Pemulihan Ekonomi Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-42 wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mendukung penuh pemulihan ekonomi Bali terutama dalam sektor pariwisata.

Salah satu bentuk dukungannya dengan memborong produk UMKM dalam kegiatan jalan sehat yang diadakan APEKSI dari Pantai Hyatt menuju Segara Village, Sanur.

Wali Kota Bogor yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak para kepala daerah untuk berbelanja souvenir di UMKM yang menjajakan produknya di Jalan Setapak, Pantai Duyung, Sanur.

 “Ini bagian dari dukungan APEKSI. Saling mendorong, saling mendukung, itulah semangat APEKSI. Selain membantu Bali, kita juga ingin mendorong produk unggulan di setiap kota dengan pameran. Program pemulihan ekonomi ini kita mulai dari Bali untuk Indonesia,” katanya.

Sementara itu, salah satu penjual kerajinan tas Dewa Ayu Suwardana mengaku bahagia karena produk yang ia jual dibeli oleh rombongan wali kota.

“Harapan ke depan lebih baik, pandemi segera berakhir. Sebelumnya saya bisnis salon, karena sepi saya sekarang menjual tas berbahan baku plastik daur ulang tapi kualitas premium. Terima kasih banget. Senang. Belinya tanpa ditawar,” katanya.

APEKSI Outlook sendiri diisi berbagai rangkaian acara, mulai dari Mayor Talks, Mayor Talks, 2021 Review, 2022 Outlook hingga Culture Show & Expo di Segara Village, Denpasar, untuk memperkenalkan produk dan budaya daerah anggota APEKSI. Kota-kota yang mengikuti pameran antara lain Kota Bogor, Medan, Denpasar, Batu, Lampung, Probolinggo, Jambi, Malang, Ambon, Blitar, Padang, Makassar, Pontianak, Mojokerto, Tebing Tinggi dan Ternate.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini