Mata Indonesia – Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) bersama berbagai pemangku kepentingan menandatangani komitmen bersama untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui inovasi produk turunan kelapa sawit.
Penandatanganan ini melibatkan APMI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dinas Kesehatan, serta akademisi dan pakar gizi.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis yang menegaskan peran generasi muda perkebunan dalam menghubungkan potensi sawit dengan program gizi nasional.
Produk pangan berbasis sawit seperti minyak makan merah, margarin fortifikasi, hingga olahan pangan lokal dari sawit, diposisikan tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai solusi berkelanjutan dalam memperbaiki gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, menegaskan komitmen tersebut
“Generasi muda sawit harus hadir langsung dalam upaya memperbaiki gizi nasional. Bagi APMI, sawit bukan hanya penghasil devisa, tetapi juga sumber pangan bergizi yang mudah diakses masyarakat. Penandatanganan ini adalah awal dari gerakan kolaboratif agar sawit benar-benar menjadi bagian solusi menurunkan angka stunting di Indonesia,” katanya dikutip Jumat 29 Agustus 2025
Senada dengan itu, Ketua Dewan Penasehat APMI, Djono Albar Burhan, menyampaikan bahwa sawit ini mampu bersinergi dengan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, hingga gerakan sosial demi menghadirkan manfaat nyata bagi bangsa.
“APMI memiliki semangat besar yang lahir dari energi generasi muda perkebunan. Dukungan para stakeholder hari ini membuktikan bahwa narasi sawit bisa diarahkan pada tujuan lebih mulia, yakni menyelamatkan generasi dari stunting,” ujar dia.
Melalui dukungan lintas sektor ini, APMI bersama BPDP, pemerintah, akademisi, dan pakar gizi berkomitmen memperkuat riset, edukasi, kampanye publik, serta pengembangan produk turunan sawit yang mendukung ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya target penurunan stunting secara berkelanjutan di Indonesia.
