Duh! Jelang Lebaran RSJ Penuh, Mayoritas Pasien Pendukung Capres yang Stres

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto justru kebanjiran pasien. Rupanya lantaran dampak pasca Pemilu April 2019 lalu.

Semenjak hasil akhir Pemilu dirilis KPU, rumah sakit ini langsung kedatangan banyak pasien stres yang kebanyakan merupakan pendukung pasangan capres-cawapres.

“Kalau dari caleg-caleg tidak ada, karena para peserta caleg tampaknya sekarang sudah tangguh-tangguh semua. Justru malah yang berdatangan dari kalangan pendukung paslon capres dan cawapres,” kata Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu, Chandrainy Puri, dikutip Rabu, 29 Mei 2019.

Banyak dari para pendukung capres-cawapres yang terlalu fanatik hingga akhirnya ketika kalah mereka tidak terima sampai-sampai berdampak pada kondisi psikologisnya.

“Banyak dari kalangan masyarakat biasa yang terlalu fanatik terhadap pasangan presiden dan wakil presiden pilihannya, jadi banyak yang tidak terima dan akhirnya mengalami gangguan kejiwaan,” jelas Chandrainy.

RSKJ pun telah mempersiapkan berbagai pelayanan dan fasilitas untuk para pasien tersebut, baik bagi mereka yang dirawat inap maupun rawat jalan.

Berita Terbaru

Kemitraan Strategis dalam MBG Perluas Manfaat bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Oleh: Alya Putri )*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perannyasebagai kebijakan strategis pemerintah yang mampu menghadirkan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, program ini membangun kemitraan yang melibatkan berbagai pihak sehingga manfaat ekonominya menjangkau desa, pelaku usaha, hingga sektor pangan nasional.Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memandang sinergi tersebut sebagai bagian penting dalampembangunan desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bersamaProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menghadirkanpusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Menurut Yandri, masyarakat desa telah merasakan manfaat nyata karenakedua program tersebut tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapijuga menciptakan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang.BUMDes menjadi salah satu mitra yang memperoleh peran strategisdalam implementasi Program MBG. Menurut Yandri, semakin banyakBUMDes yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) bersama Badan Gizi Nasional dalam memenuhi kebutuhanoperasional program. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Yandri menjelaskan bahwa koperasimemiliki kemampuan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligusmemperkuat pemerataan ekonomi. Skema pembagian hasil usaha yang diterapkan memungkinkan sebagianpendapatan menjadi pendapatan asli desa, sementara sebagian besarlainnya kembali kepada masyarakat sehingga manfaat ekonomi dapatdirasakan secara langsung.Lapangan kerja baru menjadi salah satu dampak yang diharapkan darikolaborasi tersebut. Yandri menilai keberadaan koperasi desa akanmembantu mengurangi pengangguran karena tenaga kerja diprioritaskanberasal dari masyarakat setempat. Kebijakan tersebut sekaligusmembuka peluang bagi warga desa untuk memperoleh pekerjaan tanpaharus meninggalkan daerah asalnya.Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya datang dari dalam negeri. Global Chief...
- Advertisement -

Baca berita yang ini