Dua Teroris yang Ditembak Mati Densus 88 Siap Lakukan Bom Bunuh Diri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beruntung Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menembak mati dua teroris di Makassar karena rencananya mereka RZ (44) dan AZ (22) sudah siap melakukan aksi bom bunuh diri.

Menurut Analis Utama Intelijen Densus 88 Brigjen Polisi Ibnu Suhendra, keduanya sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk melakukan aksi bom bunuh diri tersebut. Namun belum diketahui sasarannya.

Salah satunya mereka rutin berlatih menembak di hutan dan naik gunung. Mereka juga sudah menyiapkan sarana pendukungnya seperti beberapa pucuk senapan angin laras panjang PCP, target sasaran tembak, korek kayu dan beberapa peralatan lainnya.

Sementara Kabag Penerangan Umum Polri, Kombes Polisi Ahmad Ramdhan menyatakan kedua teroris itu sudah berbaiat kepada ISIS atau negara kilafah pada 2015.

Baiat itu dilakukan pengikut Jamaah Anshorud Daulah (JAD) lainnya di Pondok Pesantren Arridho, Ustaz Basri yang meninggal di LP Nusakambangan.

Mereka yang merupakan mertua dan menantu itu rajin menyelengarakan pengajian rutin yang pada umum soal kilafah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini