Dua Hari Ini Kaesang Merasa Sedih

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Putra bungsu Presiden Jokowi mengaku merasa sangat sedih sejak dua hari lalu. Dia sedih karena dikira Gibran, kakaknya.

“SEDIH ITU KETIKA ADA YANG DEKETIN DAN NGOMONG, ‘MAS GIBRAN, SAYA MINTA FOTO.’ SAYA HANYA BISA TERSENYUM,” begitu cuitan Kaesang yang ditulis 25 April 2019.

Belakangan Kaesang memang lebih jarang tampil di depan publik dibandingkan kakaknya Gibran Rakabuming Raka.

Sementara Gibran lebih sering mengikuti ayahnya, Presiden Jokowi. Apalagi, Jokowi sangat dekat dengan Jan Ethes Srinarendra, putra Gibran dan Selvi Ananda.

Kaesang sepertinya lebih menyibukkan diri mengembangkan gerai pisang nuggetnya, Sang Pisang serta kopi, Ternak Kopi. Kini gerai Sang Pisang hampir merambah seluruh Indonesia.

Menanggapi keluhan tersebut, banyak netizen yang berusaha menghiburnya seperti pemilik akun @mirainoyoake.

“Untung bukan dikira mbak kahiyang,” begitu @mirainoyoake membalas.

Ternyata netizen itu salah. Kaesang mengaku pernah dipanggil dengan nama kakak perempuannya.

“SUDAH PERNAH DIPANGGIL MAS KAHIYANG JUGA,” begitu keluhan Kaesang. Jadi tambah sedih dong?

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini