DPR RI: BJ Habibie Layak Dapat Hadiah Nobel

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – BJ Habibie sudah meninggalkan kita semua. Raganya boleh pergi, namun jasanya untuk negara tak mungkin dilupakan.

Atas jasa-jasanya, DPR RI bahkan menyebut Habibie layak mendapatkan hadiah Nobel, karena telah menjadi sosok penjaga demokrasi yang kuat bagi Indonesia.

“Menurut saya, orang seperti Pak Habibie harusnya mendapatkan hadiah nobel. Beliaulah yang menjaga demokrasi di negara terbesar ketiga dunia sekarang,” kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat melayat di rumah duka, di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Fahri mengenang semasa Habibie menjadi presiden RI, sosoknya adalah pemimpin yang berjiwa besar dan jernih dalam pemikiran. Bahkan, tanpa Habibie, Fahri yakin Indonesia bisa hancur.

“Karena kebesaran jiwa, kecerdasan otaknya, kebaikan hatinya, dan kejernihan pikirannya, Pak Habibie mengantarkan kita semua menjadi negara yang sampai sekarang alhamdulillah bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Fahri.

Selain itu, Fahri berkata, selama ini meskipun usianya sudah tua, Habibie masih saja tetap peduli dengan keutuhan bangsa. Fahri yakin, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sosok BJ Habibie.

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini