Dituduh Pelakor, Pebulutangkis Cantik Malaysia Lapor Polisi

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Pebulutangkis putri Malaysia, Goh Liu Ying melapor ke polisi atas rumor yang beredar di media sosial. Spesialis ganda campuran itu dituduh sebagai pelakor alias perebut laki orang.

Media sosial digemparkan oleh kabar tak sedap yang dialami Goh Liu Ying. Peraih medali perak Olimpiade 2016 bersama Chan Peng Soon itu dituduh sebagai pihak ketiga di rumah tangga sepasang suami-istri asal Malaysia.

Beberapa foto mesra diduga Goh Liu Ying dengan seorang pria beredar di media sosial. Di salah satu foto, tampak Goh Liu Ying mencium sang pria. Kabarnya, foto-foto tersebut disebar oleh istri sah pria tersebut.

Sayang, tidak diketahui siapa sosok pria tersebut. Ada yang percaya itu benar-benar sosok Goh Liu Ying, tapi tak sedikit pula yang menyebut foto tersebut hanya mirip Goh Liu Ying. Atas rumor tak sedap tersebut, pebulutangkis 31 tahun membuat laporan ke polisi.

“Ada beberapa rumor beredar dan saya sudah membuat laporan kepada polisi. Saya juga menggunakan hak untuk mengambil tindakan hukum terhadap fitnah yang tak bisa dibenarkan ini. Terima kasih semua atas perhatiannya,” tulis Goh di akun Facebook miliknya.

Sejak pandemi Covid-19, BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) membatalkan semua turnamen. Selama empat bulan terakhir, semua pebulutangkis, termasuk Goh Liu Ying menjalani latihan mandiri di rumah.

There are some rumors circulating around, and I have made police reports and also reserve the rights to take legal…

Posted by Goh Liu Ying 吴柳莹 on Saturday, 11 July 2020

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini