Ditengah Isu Kudeta, Xi Jinping Bersiap Untuk Perpanjang Kekuasaannya di Kongres Partai ke-20

Baca Juga

MATA INDONESIA,BEIJING – Terlepas dari spekulasi luas tentang kudeta di Beijing, Presiden Cina Xi Jinping siap untuk terpilih kembali sebagai kepala Partai Komunis Cina. Kongres Partai Komunis Cina (PKC) ke-20 akan dimulai pada 16 Oktober.

Kongres ini diharapkan untuk menyetujui Xi sebagai pemimpin tertinggi negara Cina untuk ketiga kalinya. Ini merupakan sejarah baru bagi Cina.

Media Cina yang dikelola oleh pemerintah menolak desas-desus baru-baru ini tentang kudeta militer atau politik di Cina yang menurut mereka tampak berantakan.

Seminggu terakhir ini Cina telah bertindak keras terhadap gerakan yang bernama ‘klik politik’ melawan PKC. Fenomena ini bukanlah fenomena yang baru dan selalu terjadi sebelum konferensi partai besar.

Pekan lalu, mantan Wakil Menteri Keamanan Publik Sun Lijun,mantan Menteri Kehakiman Fu Zhenghua dan tiga mantan kepala polisi provinsi Shanghai, Chongqing dan Shanxi dipenjara seumur hidup.

Mereka dikecam karena sangat merusak kesatuan partai. Ini juga menjadi peringatan bagi pasukan anti-Xi untuk sejalan dan mendukung pemimpin saat ini.

meskipun ada sedikit keraguan apakah Xi akan siap untuk memenangkan lima tahun lagi sebagai pemimpin terpenting China. Ini menjadi ajangnya untuk memperpanjang jabatannya yang sudah mulai sejak akhir 2012.

Hingga saat ini masih ada ketidakpastian tentang seberapa besar pengaruhnya terhadap pembentukan struktur kekuasaan baru. Namun kongres ini juga akan mengakhiri spekulasi tentang bintang Cina yang sedang naik daun.

Secara luas Xi akan terbebaskan dari aturan informal yang biasanya mengharuskan pejabat senior yang berusia 68 tahun atau lebih untuk mundur. Aturan itu juga tidak akan berlaku untuk semua orang di lingkaran partai.

Ini berarti setidaknya dua dari tujuh anggota Komite Tetap Politbiro dan setengah dari 25 politbiro kemungkinan akan pensiun.

Tetapi struktur baru bisa lebih inovatif. Ini karena ada saran bahwa Xi dapat mengecilkan komite tetap PKC menjadi lima anggota, memberinya lebih banyak kebebasan, dan mengganti beberapa anggota yang belum mencapai 68 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini