Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan  

Baca Juga

MATA INDONESIA,JAKARTA-Stok beras menjelang musim Ramadan dan lebaran Idulfitri dipastikan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Apalagi dalam waktu dekat petani akan mulai panen raya pada bulan Maret dan April. Bulog pun sudah membuat strategi penyerapan gabah dari petani agar harga jualnya tidak merugikan petani.

“Masalah beras kita sudah jamin karena sudah kita petakan wilayah yang akan panen mulai saat ini,” kata Budi di Gudang Perum Bulog Jakarta dan Banten.

Buwas, panggilannya mengatakan sampai saat ini tidak diperlukan impor beras dari luar karena produksi dalam negeri yang berlimpah. Sebaliknya dengan ekspor beras, masih belum bisa ditentukan karena mengutamakan kebutuhan dalam negeri agar terpenuhi dulu.

Buwas Sebut Konflik Rusia-Ukraina Berpotensi Buat Harga Bahan Pokok Naik

Buwas menyebut, gejolak politik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina secara tidak langsung dapat mengganggu rantai pasok kebutuhan domestik. Salah satunya kenaikan harga bahan bakar yang terus naik dan bisa berimbas pada harga pangan.

“Kalau dikaitkan dengan gejolak Rusia dan Ukraina, ini akan ada masalah di pangan,” kata dia.

Namun dia memastikan masalah pangan terutama beras akan tetap terkendali karena di Indonesia beras merupakan kebutuhan pokok dan utama.

“Kita jami kondisi ini kuat dan masyarakat tidak perlu ragu sama beras di seluruh Indonesia karena pasti ada dan harganya murah,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini