Dilanda Hujan Salju Parah, Puluhan Orang di Jepang Cedera

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOKYO – Salju lebat melanda Kota Tokyo dan daerah sekitarnya pada Kamis (6/1). Akibatnya, beberapa jadwal penerbangan terpaksa dihentikan dan kereta ditunda.

Sementara itu, lebih dari 50 warga dilarikan ke rumah sakit di ibu kota setelah terpeleset dan jatuh karena salju di jalanan, demikian dilaporkan pihak berwenang, melansir Japan Today, Jumat, 7 Januari 2022.

Pusat Cuaca Tokyo mengamati 10 sentimeter akumulasi salju di malam hari waktu setempat, tingkat yang tak terlihat selama empat tahun terakhir. Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan hujan salju lebat di 23 bangsal ibu kota, juga yang pertama sejak Januari 2018.

Peringatan itu juga dikeluarkan di prefektur Chiba dan Ibaraki. Badan tersebut juga memberi peringatan kepada daerah lain di pantai Pasifik yang biasanya melihat lebih sedikit salju daripada sisi Laut Jepang – akan mengalami salju tebal.

Yokohama di Prefektur Kanagawa dan kota Chiba masing-masing mencatat akumulasi salju setebal 8 cm dan 7 cm pada pukul 19:00 malam waktu setempat. Sementara kota Saitama mengalami 2 cm pada pukul 6 sore.

Sedikitnya 52 orang dibawa ke rumah sakit di Kota Tokyo. Sementara itu, 24 orang terluka di Prefektur Saitama, termasuk seorang pria berusia 84 tahun yang kakinya patah setelah jatuh saat mengendarai sepeda, menurut pihak berwenang setempat.

Lebih dari 100 penerbangan domestik yang berangkat atau tiba di bandara Haneda atau Narita – gerbang udara utama wilayah metropolitan, terpaksa dibatalkan Kamis (6/1), membuat sekitar 9.700 penumpang terlantar, demikian laporan Japan Airlines dan All Nippon Airways.

Operator Kereta Api Jepang mengatakan salju tebal menyebabkan Jalur Tokaido Shinkansen berjalan lebih lambat dari biasanya antara stasiun Shinagawa dan Atami, dengan beberapa kereta di Jalur Tokaido dan jalur lokal lainnya juga terpaksa ditunda.

Salju juga menyebabkan penutupan sebagian Metropolitan Expressway yang melayani wilayah Tokyo dan sekitarnya, termasuk Rainbow Bridge yang membentang di Teluk Tokyo. Pengendara diimbau untuk menggunakan ban salju atau rantai saat berkendara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini