Digosipi Cuci Gudang Real Madrid, Zidane Geram!

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Zinedine Zidane gerah mendengar maraknya gosip bahwa ia akan cuci gudang dan banyak membongkar pemain-pemain Real Madrid yang ada saat ini.

Entah siapa yang menyebar gosip tersebut, Zidane meminta semua pihak agar tetap menghormati keputusannya atas skuat Real Madrid selama ia menjadi pelatih.

“Ya benar akan ada perubahan, tapi ini bukan saat yang tepat untuk membahasnya,” ujar Zidane, seperti dikutip dari Marca, Rabu 3 April 2019.

Pelatih asal Prancis ini juga menegaskan ke semua pihak, bahwa apa yang baik untuk klub sudah diatur dengan perhitungan yang matang oleh manajemen, termasuk pembicaraan rencana musim depan.\

Zidane mengaku saat ini ia akan lebih banyak fokus dan mengeluarkan energinya untuk membenahi penampilan Madrid yang merosot selama musim ini.

Madrid mengalami salah satu musim terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Sergio Ramos dan rekan-rekan terancam gagal mendapatkan gelar.

Ia juga membantah desas-desus klub akan melepas bek tengah asal Prancis, Raphael Varane. Pelatih berusia 46 tahun itu berkata Varane cukup bahagia berasa di klub terbaik dunia.

“Saya akan fokus membawa Madrid memenangkan 9 pertandingan tersisa,” ujar Zidane.

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini