Diberlakukan PPKM Darurat, Ini Aturan Berkurban Saat Idul Adha

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Umat Islam di Indonesia, bakal merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada Selasa 20 Juli 2021.

Nah, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan aturan terkait penyembelihan hewan kurban.

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan selama tiga hari yakni, 11 Zulhijah, 12 Zulhijah, dan 13 Zulhijah. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di wilayah PPKM Darurat.

Berikut isi lengkap aturan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah di pulau Jawa dan Bali:

  1. Penyembelihan hewan harus dilakukan di area yang luas dan menerapkan jaga jarak sosial (social distancing)
    2. Penyembelihan hanya dihadiri oleh petugas penyembelih atau panitia kurban dan disaksikan oleh pihak yang berkurban
    3. Penyembelihan hewan kurban wajib menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan, maupun alat yang digunakan harus diperhatikan dengan baik
    4. Penyembelihan hewan kurban sebisa mungkin dilakukan di rumah potong hewan
    5. Rumah potong hewan yang mengalami keterbatasan penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan di tempat lain
    6. Dilarang ada antrean dalam pembagian daging kurban. Pembagian daging kurban harus diantarkan ke tempat tinggal warga yang berhak menerima
    7. Penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan dalam waktu tiga hari, yaitu 11 Zulhijah, 12 Zulhijah, dan 13 Zulhijah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Ramadan dari Ancaman Radikalisme dan Teror

Oleh: Yandi Arya Adinegara)* Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum spiritual yang sangat dinantikanoleh umat Islam di Indonesia. Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Ramadan adalah ruang refleksi kolektif yang memperkuat nilai empati, solidaritas, sertapersaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, bulan suci ini juga memiliki makna strategis sebagai penguat harmonisosial dan kebangsaan. Karena itu, menjaga Ramadan tetap damai dari ancamanradikalisme dan teror menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupunmasyarakat. Memasuki Ramadan tahun ini, berbagai elemen bangsa kembali menegaskankomitmen untuk menolak segala bentuk radikalisme, intoleransi, serta narasikebencian yang berpotensi merusak persatuan. Ramadan diharapkan menjadimomentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas sosial, danmeneguhkan nilai kebangsaan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatanutama Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulanyang seharusnya memperkuat kepedulian sosial dan menumbuhkan semangattoleransi. Ia menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW yang dikenalsebagai pribadi paling dermawan, terutama pada bulan suci. Nasaruddin mengajakmasyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritassosial agar keberkahan bulan suci dapat dirasakan oleh seluruh lapisan Masyarakat. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, mengingatkan bahwa ruang digital saat ini sering menjadi medium penyebaranhoaks, ujaran kebencian, serta propaganda radikal. Karena itu, masyarakat perlumeningkatkan kewaspadaan dan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi olehnarasi yang berpotensi merusak persatuan. Menurut Yudian, teknologi digital memang memudahkan komunikasi, tetapi jugadapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menebarkan paham ekstrem. Olehsebab itu, menjaga toleransi dan persatuan menjadi semakin penting, terutamaselama Ramadan ketika aktivitas keagamaan masyarakat meningkat dan ruangpublik dipenuhi berbagai diskusi keagamaan. Selain pendekatan sosial dan edukatif, negara juga memastikan aspek keamanantetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowomengungkapkan bahwa Polri terus memantau sedikitnya 13.252 target yang berkaitan dengan kelompok teror sebagai bagian dari langkah antisipasi menjelangLebaran 2026. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusifselama periode mudik dan perayaan Idulfitri. Kapolri menjelaskan bahwapengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga padapencegahan berbagai potensi ancaman, termasuk aksi terorisme. Dalam beberapa tahun terakhir, aparat keamanan berhasil mencegah sejumlahrencana serangan teror melalui langkah-langkah pencegahan yang komprehensif. Sepanjang 2025 misalnya, aparat telah mengamankan puluhan tersangka yang terafiliasi dengan jaringan terorisme. Upaya ini dilakukan melalui pendekatanpreventif, termasuk penguatan koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, sertaunsur intelijen. Pendekatan keamanan tersebut penting, terutama di tengah dinamika global yang tidak sepenuhnya stabil. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono(AHY) mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlahnegara besar berpotensi menimbulkan dampak luas, termasuk terhadap stabilitasglobal. Menurut AHY, Ramadan tahun ini datang di tengah situasi dunia yang diwarnaikonflik dan ketegangan geopolitik. Ia menilai bahwa eskalasi konflik di kawasanTimur Tengah perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai dampak lanjutan, termasuk meningkatnya risiko radikalisme dan polarisasi ideologis di berbagainegara. Karena itu, AHY menilai penting bagi Indonesia untuk terus mendorong dialog dande-eskalasi konflik melalui jalur diplomasi. Indonesia memiliki tradisi politik luarnegeri yang aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Upaya diplomasitersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitasglobal sekaligus mencegah meluasnya konflik yang dapat mempengaruhi situasidalam negeri. Data berbagai lembaga juga menunjukkan bahwa penyebaran paham radikal saat inilebih banyak bergerak melalui ruang digital. Karena itu, pendidikan keagamaan yang moderat dan inklusif menjadi kunci untuk mencegah berkembangnya ekstremisme, terutama di kalangan generasi muda. Tradisi Islam...
- Advertisement -

Baca berita yang ini