Diaz: Milan Harus Bidik Scudetto, Bukan Cuma Lolos Liga Champions

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Brahim Diaz mengatakan, klub seperti AC Milan harus menargetkan Scudetto, bukan hanya finis empat besar dan lolos ke Liga Champions.

Musim 2019/20 Milan gagal finis di posisi empat besar dan harus puas dengan jatah tampil di Liga Europa. Musim ini Milan berbenah dengan memperpanjang kontrak Zlatan Ibrahimovic serta mendatangkan dua pemain anyar, termasuk Diaz dan Sandro Tonali.

Kedatangan Ibrahimovic pada Januari lalu membawa dampak signifikan pada Milan. Kini, pemain 38 tahun akan mulai berlaga dari awal musim dan dampaknya diyakini lebih signifikan.

“Milan harus menargetkan Scudetto, bukan hanya mengincar tempat di Liga Champions. Perekrutan Sandro Tonali dan konfirmasi Ibrahimovic bertahan satu musim lalu adalah sebuah tanda kami bisa melakukan hal besar,” ujar Diaz, dikutip dari Football Italia, Jumat 11 September 2020.

“Klub ini punya sejarah besar dan mengakiri musim lalu cukup baik. Sebuah kehormatan bisa main di sini dan berlati di Milanello. Fasilitas dan servisnya luar biasa,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini