Dian Sastro: Kita di Ambang Kiamat

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Selebriti Dian Sastrowardoyo memprediksi kiamat bakal segera tiba. Wanita kelahiran 16 Maret 1982 ini menyebutkan hal itu terjadi jika manusia tidak memperhatikan lingkungan sejak sekarang.

“Kita di ambang kiamat yang kita ciptakan sendiri,” kata Dian di Plaza Indonesia Jakarta, Senin 22 April 2019.

Selama ini, kata dia, masyarakat ikut merusak lingkungan dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kita lakukan. Semisal membawa makanan atau jajanan ke rumah menggunakan plastik, adalah salah satu kebiasaan buruk yang sering kita lakukan.

“Aku orangnya suka banget jajan, kebiasaan ini kalau kita tidak dimodifikasi dengan membawa rantang misalnya, kita semakin mendukung mereka untuk menggunakan barang-barang yang tidak ramah lingkungan” ujar Dian.

Dian sendiri mengaku awalnya tidak terlalu sadar dengan kerusakan yang terjadi di laut Indonesia. Namun setelah bergabung dalam pameran Sejauh Mata Memandang “Laut Kita” dia semakin banyak tahu akan kondisi laut Indonesia saat ini yang sudah sangat memprihatinkan.

Sampah yang dibuang ke laut hanya akan menyakiti hewan laut. Jika dirinya tidak merubah pola hidupnya sekarang maka dia sama saja ikut merusak.

“Mungkin efeknya tidak sekarang namun nanti, anak dan cucu kita yang akan merasakan dampak dari sampah-sampah yang dibuang ke laut,” kata dia.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini