Deretan Pemain Terbuang Real Madrid di Era Zidane

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Zinedine Zidane tak mau lagi memainkan Gareth Bale dan membekukan statusnya. Selain Bale, ada tujuh nama lain yang terbuang di era Zidane.

Sejak LaLiga dilanjutkan lagi, Bale hanya tampil 99 menit. Selain itu, pemain asal Wales tak pernah lagi dimasukkan ke dalam skuat Liga Champions. Laju Madrid sudah terhenti di babak 16 besar oleh Manchester City.

Meski demikian, Bale dikabarkan tak ingin hengkang. Dia bersedia magabut alias makan gaji buta di Madrid karena masih terikat kontrak dua musim lalu. Apalagi Bale adalah pemain dengan gaji tertinggi di El Real, yakni 600 ribu Poundsterling (11,5 miliar Rupiah) per pekan.

Ada beberapa pemain Madrid lain yang terbuang di era Zidane. Siapa saja?

– James Rodriguez
James masih main di Madrid. Tapi, sejak pulang dari masa peminjaman selama dua musim di Bayern Muenchen, dia hanya tampil 14 kali. Rumor menyebutkan, Zidane akan mendepaknya musim ini.

– Keylor Navas
Navas sebenarnya kiper andalan Zidane ketika membawa Madrid tiga kali juara Liga Champions. Tapi, kedatangan Thibaut Courtois membuat posisi Navas tersingkir. Kini, kiper asal Kolombia bermain di PSG.

– Dani Ceballos, Mateo Kovacic, Marcos Llorente
Kovacic, Ceballos, dan Llorente tak pernah bisa menjadi pemain reguler. Mereka gagal menggusur trio lini tengah andalan Zidane, Toni Kroos, Luka Modric, dan Casemiro. Kovacic mulai tampil apik bersama Chelsea, Ceballos hampir pasti statusnya dipermanenkan Arsenal, sementara Llorente mulai nyaman di Atletico Madrid.

– Alvaro Morata
Morata kembali Madrid setelah tampil apik bersama Juventus dan berharap bisa menjadi andalan lini depan Los Blancos. Tapi, Zidane memilih Karim Benzema sebagai penyerang tengah inti sementara Morata statusnya sebagai pelapis. Kini Morata bermain dengan rival sekota, Atletico.

– Achraf Karimi
Banyak yang kaget Zidane melepas Karimi ke Inter Milan. Pasalnya, dia main bagus ketika dipinjamkan ke Borussia Dortmund selama satu musim. Zidane tetap pada keputusannya melepas pemain asal Maroko tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini