Deklarasi Anies-Ganjar Capres-Cawapres Hoaks

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah poster memperlihatkan enam logo partai politik mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi Capres dan Cawapres 2024. Poster itu menyebar melalui pesan di WhatsApp baru-baru ini.

Deklarasi tersebut menyertakan dukungan dari beberapa partai. Berdasarkan poster tersebut, acara deklarasi akan digelar pada Minggu 7 November 2021 pukul 13.00 WIB di JIExpo Kemayoran. Adapun partai yang tercantum adalah PAN, Partai Demokrat, NasDem, PPP, dan PKB.

PAN menyebut poster itu hoaks. Waketum PAN, Viva Yoga, dalam pesan singkatnyta mengatakan pihaknya tidak merasa terlibat. ”Seratus persen hoaks,” katanya.

Sedangkan Waketum bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengklarifikasi bahwa poster tersebut hoaks. Ia pun menekankan hingga saat ini, PKB tetap mengusung Ketua umum Muhaimin Iskandar menjadi capres di 2024. ”Itu hoaks. Sampai saat ini jajaran PKB solid mengusung Gus Muhaimin,” kata Jazilul, melalui pesan singkat Minggu 7 November 2021.

Kepala Bappilu Demokrat Andi Arief mengatakan tak pernah mendengar rencana deklarasi tersebut. Ia pun menegaskan Partai Demokrat belum bicara pilpres. ”Demokrat belum bicara pilpres. Masih konsolidasi,” kata Andi.

Bursa capres dan cawapres memang terus memanas. Nama-nama seperti Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar hingga Ganjar serta Anies Baswedan adalah sejumlah sosok yang menyatakan siap maju di 2024. Adapun dukungan capres hingga pasangan capres-cawapres kian bermunculan. Seperti Sahabat Ganjar, komunitas Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES), hingga relawan pendukung Prabowo-Puan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini