Datang ke Pidie Jaya, BIN Beri Vaksinasi untuk 120 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, PIDIE JAYA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Aceh atau Binda Aceh menyelenggarakan vaksinasi untuk pelajar dan santri di Kabupaten Pidie Jaya. Vaksinasi itu dilaksanakan di SLTP 1 Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Rabu 17 November 2021.

Kabinda Aceh Brigjen TNI Muhammad Abduh Ras, SE, MTr (Han), melalui Kaposda BIN Pidie Jaya, Roy mengatakan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya mengandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) dan Dinas Kesehatan Pidie Jaya, serta dibantu oleh TNI/Polri. Selain pelajar dan santri, kegiatan yang menggunakan vaksin jenis sinovac ini juga terbuka untuk masyarakat umum.

“Yang mendaftar 160 orang, termasuk masyarakat biasa. Namun yang dapat divaksin sebanyak 120 orang,” katanya.

Menurutnya, vaksinasi tersebut merupakan bentuk ikhtiar dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna mempercepat tercapainya herd immunity sebagai penanganan pandemi Covid-19 sehingga di akhir bulan Desember 2021 tercapai target vaksinasi 70 persen.

Sementara itu, Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, Makmur Rizal menyebutkan, hingga saat ini, capaian vaksinasi untuk pelajar di Kabupaten Pidie Jaya mencapai kurang dari 50 persen.

“Total siswa SLTP di Pidie Jaya 5.313 siswa, yang sudah divaksin hampir mencapai 50 persen,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini