Data Negara Terancam Diretas Kelompok Naikon, BIN Bergerak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menyusul terdeteksinya upaya peretasan data negara yang dilakukan kelompok Naikon, Badan Intelijen Negara (BIN) mulai bergerak melakukan koordinasi dengan seluruh lembaga dan kementerian di Indonesia.

Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto mengatakan, koordinasi ini akan dilakukan setiap saat terkait hal-hal yang dianggap krusial.

“Kerjasama dan koordinasi selalu dilakukan. BIN menjadi Ketua Kominpus (Komite Intelijen Pusat) yang mengkoordinasikan seluruh intelijen di berbagai kementerian/lembaga di Indonesia,” kata Wawan, seperti dikutip dari Tribun, Sabtu 9 Mei 2020.

Menurut Wawan, BIN telah mengetahui, bahwa kelompok peretas Naikon tersebut berasal dari Cina. Kelompok ini telah melakukan berbagai upaya peretasan terhadap data-data negara di Asia dan Pasifik.

Wawan memastikan, semua data-data penting di Indonesia saat ini dalam keadaan aman, dan ditempatkan secara rahasia, sehingga terhindar dari peretasan kelompok tertentu.

“Kita tidak menempatkan hal-hal yang sangat rahasia di tempat yang memungkinkan untuk diretas. Kalaupun diretas, itu bukan informasi yang sebenarnya, tapi berisi data penyesatan,” ujar Wawan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini