Cuma Dirawat Tiga hari, Dokter Rencana Keluarkan Trump dari Rumah Sakit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari ini, 5 Oktober 2020, Presiden Donald Trump kemungkinan besar bisa meninggalkan rumah sakit militer Walter Reed National ke Gedung Putih jika kondisi kesehatannya stabil dan membaik hari ini.

Sebelumnya, menurut dokter yang merawatnya, Sean Conley, Donald Trump sempat mengalami dua kali penurunan tingkat oksigen sejak Kamis hingga Jumat pagi.

Namun setelah mengonsumsi dexamethasone dan Remdesivir ajaibnya, pada Sabtu 3 Oktober 2020 kondisi kesehatannya langsung membaik.

Trump juga sempat mengalami demam tinggi dan kadar oksigennya mulai turun di bawah 94 persen.

Sementara Dr. Brian Garibaldi dari Johns Hopkins Hospital di Baltimore menyatakan Trump sudah minum dua dosis lengkap Remdesivir dan tidak menunjukkan efek samping sampai sejauh ini.

Pengobatan itu menurutnya masih akan diberikan kepada petahana yang sedang mengikuti kampanye pemilihan presiden AS, hingga lima hari mendatang.

Untuk mengatasi menurunnya kadar oksigen, Presiden AS itu mulai mengonsumsi dexamethasone sejak, Sabtu 3 Oktober 2020.

Pada hari minggu, Trump bahkan dikabarkan sempat keluar rumah sakit menggunakan mobil dan menyapa masyarakat sekitar dari dalam mobil dengan jendela tertutup lalu kembali lagi ke rumah sakit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini