Covid-19 Kembali Menggila, Eropa Waspada

Baca Juga

MATA INDONESIA, EROPASejumlah besar negara Eropa kembali dihadapi dengan lonjakan kasus Covid-19. Dalam beberapa kasus, peningkatan ini diperparah dengan munculnya varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

Beberapa negara mengambil berbagai langkah tegas, salah satunya adalah menargetkan mereka yang tidak divaksinasi. Sementara itu, program vaksinasi untuk anak-anak yang telah diluncurkan semakin digiatkan.

Berikut rangkuman mengenai langkah-langkah yang diambil sejumlah negara di Eropa, melansir Euro News, Kamis, 23 Desember 2021.

Belgia

Pemerintah Belgia memutuskan untuk menutup bioskop, teater, dan kegiatan rekreasi dalam ruangan lainnya saat varian Omicron baru menyebar. Sementara itu, museum, perpustakaan, dan pusat kebugaran akan tetap buka.

Pemerintah di negara tersebut juga mendesak orang untuk dites Covid-19 menjelang liburan. Langkah yang diambil pemerintah Belgia menuai kecaman.

Ribuan orang melakukan protes di ibu kota, Brussel pada Minggu (19/12). Mereka menentang tindakan pemerintah, termasuk petugas kesehatan yang perlu divaksinasi mulai April atau berisiko kehilangan pekerjaan.

“Infeksi telah menurun baru-baru ini tetapi varian baru sudah mewakili 27 persen dari kasus baru di negara itu,” kata pihak berwenang.

Spanyol

Pemerintah Spanyol kembali mewajibkan pemakaian masker di luar ruangan. Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez dilaporkan akan meloloskan undang-undang melalui dekrit.

Negara tersebut melaporkan rekor infeksi Covid-19 tertinggi saat varian Omicron menyebar.

PM Pedro Sanchez juga menawarkan untuk mengerahkan angkatan bersenjata untuk membantu daerah meningkatkan vaksinasi. Sánchez mengatakan dia menargetkan 80 persen dari kelompok usia 60-69 untuk menerima suntikan booster pada akhir minggu depan, di antara tujuan lainnya.

Pihak berwenang di Catalonia, salah satu wilayah terpadat di negara itu, mengumumkan pembatasan yang mencakup jam malam pukul 01:00, penutupan tempat hiburan malam, dan batas kapasitas. Langkah-langkah tersebut akan mulai berlaku pada Kamis (23/12) sambil menunggu peninjauan kembali.

Beberapa daerah juga telah memberlakukan tindakan yang lebih ketat untuk yang tidak divaksinasi menjelang musim Natal, memperluas penggunaan sertifikat Covid-19 untuk memasuki tempat-tempat umum seperti bar dan restoran. Banyak yang memprotes izin kesehatan yang baru diberlakukan.

Lebih dari 80 persen populasi Spanyol sudah divaksinasi. Dan kekhawatiran akan varian Omicron telah memicu dorongan vaksinasi.

Jerman

Jerman akan membatasi pertemuan pribadi hingga 10 orang dan menutup klub malam menjelang tahun baru karena negara itu menghadapi “gelombang kelima besar-besaran” Covid-19 akibat varian Omicron.

Acara besar seperti pertandingan sepak bola akan diadakan tanpa penonton sebagai bagian dari pembatasan baru yang akan mulai berlaku pada 28 Desember.

Pusat pengendalian penyakit nasional negara itu, Robert Koch Institute, menambahkan Inggris ke dalam daftar “area varian virus”. Ini berarti siapa pun yang bepergian dari Inggris ke Jerman harus menunjukkan tes PCR negatif tidak lebih dari 48 jam dan memasuki karantina wajib selama 14 hari, terlepas dari status vaksinasi mereka.

Inggris bergabung dengan delapan negara Afrika, termasuk Afrika Selatan, dalam daftar “area varian virus” di Jerman.

Jerman juga menganggap Prancis dan Denmark sebagai “daerah berisiko tinggi”, yang berarti mereka yang tidak divaksinasi atau pulih dari virus harus dikarantina selama 10 hari setelah memasuki negara itu. Lusinan negara, termasuk hampir semua tetangga langsung Jerman, kini telah ditambahkan ke kategori ini.

Parlemen Jerman memberikan suara sangat mendukung mandat vaksin untuk rumah sakit dan pekerja perawatan ketika negara itu mencoba membendung gelombang infeksi virus corona.

Portugal

Portugal mengumumkan pembatasan baru selama Natal dan Tahun Baru. Bekerja dari rumah akan akan kembali dianjurkan. Sementara itu, bar dan diskotik akan ditutup mulai akhir pekan ini.

Warga juga harus menyerahkan tes negatif Covid-19 untuk mengakses bioskop, teater, acara olahraga, pernikahan, dan pembaptisan hingga 9 Januari 2022. Pada Natal dan Tahun Baru, warga juga wajib membuktikan hasil tes negatif untuk memasuki restoran dan perayaan publik.

Pada Malam Tahun Baru, tidak lebih dari 10 orang dapat berkumpul di jalan, dan minum alkohol di luar ruangan akan dilarang. Langkah ini diterapkan, meski tingkat vaksinasi di Portugal terbilang tinggi, yakni 86 persen.

Portugal memberlakukan kembali pembatasan pandemi yang lebih ketat pada 1 Desember untuk menahan lonjakan infeksi baru. Pemakaian masker kembali diwajibkan dan negara memperketat kontrol perbatasannya.

Sertifikat digital yang membuktikan vaksinasi atau pemulihan dari Covid-19 diperlukan untuk mengakses restoran, bioskop, dan hotel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Renovasi Hunian Layak untuk Papua, Strategi Pemerintah Percepat PemerataanPembangunan

Oleh : Loa Murib Renovasi hunian layak di Papua bukan sekadar program fisik pembangunan rumah, melainkanstrategi besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkankualitas hidup masyarakat di Tanah Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, danekonomi, kebijakan perumahan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadifondasi penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayahperkotaan Indonesia bagian barat, tetapi juga menjangkau wilayah timur secara adil danberkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahandan Kawasan Permukiman yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dukungannya terhadap realisasiprogram Tiga Juta Rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Program tersebutdinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompokberpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian terjangkau dan layak huni. Dorongan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan peluang program tersebut menjadisinyal kuat bahwa pembangunan perumahan tidak dapat berjalan parsial. Tito Karnavianmemandang bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam mengangkat harkatdan martabat masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Dukungan regulatif pun diperkuat dengan kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang harusditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa percepatanpembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dankeberpihakan kebijakan. Optimalisasi Mal Pelayanan Publik di daerah juga menjadi instrumen penting untuk memangkaswaktu dan biaya perizinan. Dengan proses yang lebih cepat dan transparan, pembangunan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera direalisasikan tanpa terhambat proseduradministratif yang berlarut-larut. Pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah inilah yang menjadi kunci agar program nasional benar-benar berdampak nyata di lapangan. Di Papua, respons terhadap kebijakan tersebut tampak progresif. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menggenjot program bantuanperumahan melalui berbagai skema, mulai dari rumah subsidi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan rumah susun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerahtidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang solusi yang sesuaidengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua masih cukuptinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari realitas sosial di mana satu rumah kerap dihuni olehbeberapa generasi sekaligus. Dalam konteks budaya Papua yang menjunjung tinggi ikatankekerabatan, pola hunian multigenerasi menjadi hal lumrah. Namun di sisi lain, keterbatasanruang dan kualitas bangunan yang belum memadai dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas keluarga. Karena itu, target pembangunan dan renovasi rumah di Papua pada 2026 menjadi langkahstrategis. Direncanakan sekitar 14 ribu unit rumah akan dibangun melalui berbagai skemabantuan, dengan tahap awal mencakup sekitar 2.100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini