Catat! Lokasi Vaksinasi 1, 2, 3 (Booster) di DKI Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA  – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19. Kegiatan vaksinasi dilaksanakan selama 72 hari ke depan terhitung mulai hari ini Selasa, 21 Juni 2022.

Kegiatan vaksinasi akan berlangsung setiap hari. Berlaku untuk KTP seluruh Indonesia, tidak hanya DKI Jakarta saja.

Giat vaksinasi ini tersedia untuk vaksin anak (di atas 6 tahun), vaksin dosis pertama, kedua, hingga ketiga atau booster dengan Pfizer dan Sinovac. Untuk booster hanya akan diberikan kepada masyarakat yang berusia di atas 18 tahun.

Vaksinasi digelar di lokasi strategis yang mudah diakses olen masyarakat. Di antaranya di Puskesmas Kecamatan dan tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat.

Adapun lokasi vaksinasi di 11 kecamatan di DKI Jakarta sebagai berikut:
1. Puskesmas Kecamatan Menteng
2. Puskesmas Kecamatan Gambir
3. Puskesmas Kecamatan Cilincing
4. Puskesmas Kecamatan Tamansari
5. Puskesmas Kecamatan Tambora
6. Puskesmas Kecamatan Tebet
7. Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru
8. Puskesmas Kecamatan Pancoran
9. Puskesmas Kecamatan Duren Sawit
10. Puskesmas Kecamatan Jatinegara
11. Puskesmas Kecamatan Cakung

Lokasi umum tempat vaksinasi lainya, yakni:
1. Car free day Sudirman-Thamrin dan 5 kota lainnya.
2. Kawasan Kota Tua, Taman Sari.
3. Banjir Kanal Timur (BKT) Duren Sawit.
4. Mall Season City, Tambora.
5. Gedung SKKT Kalibaru, Cilincing.
6. GOR Pengadegan, Pancoran.

Reporter: Cici

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini