Cabul, Usai Dibius, Dokter Ini Perkosa Pasien

Baca Juga

MATA INDONESIA, LUCKNOW – Seorang polisi perempuan mengajukan laporan yang menuduh dokter pemerintah di wilayah Krishna Nagar, India telah membius dan kemudian memerkosanya.

Insiden tersebut terjadi pada 7 September 2021. Akan tetapi, kasus itu baru didaftarkan pada 23 September dan aparat kepolisian menangkap dokter cabul tersebut pada Selasa (28/9).

Terdakwa telah diidentifikasi sebagai Ashish Kumar Singhiya. Seorang penduduk daerah yang berada di bawah kantor polisi SGPGI. Ashish merupakan dokter yang bertugas Penjara Lucknow.

“Ia juga menjalankan sebuah klinik di wilayah Baldi Kheda,” kata aparat kepolisian setempat, melansir Times of India.

Polisi perempuan itu mengunjungi klinik Ashish pada 7 September. Ia kemudian diperkosa oleh dokter, setelah sebelumnya diberi obat penenang.

“Dia mencekok saya beberapa zat psikotropika dan memperkosa saya,” tuding polisi perempuan tersebut.

Atas pengaduannya, polisi mendaftarkan kasus tersebut dan menangkap tersangka. Rajesh Srivastava mengatakan bahwa Ashish didakwa atas tuduhan pemerkosaan, menyebabkan luka dengan racun, dan intimidasi kriminal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini