BWF World Tour Finals: Ahsan/Hendra Tembus Partai Puncak

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melangkah ke partai puncak BWF World Tour Finals 2021. Ahsan/Hendra satu-satunya wakil Merah-Putih tersisa.

Berlaga di Impact Arena, Sabtu 30 Januari 2021, Ahsan/Hendra menundukkan pasangan asal Korea Selatan, Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae, dua gim langsung, 23-21 dan 21-13 dalam waktu 34 menit.

Pertarungan sengit terjadi di gim pertama. Ahsan/Hendra unggul 11-8 memasuki interval. Setelah itu, Ahsan/Hendra masih bisa menjaga keunggulan hingga 18-16.

Choi/Seo mulai bangkit dan bisa menyamakan skor 18-18. Ahsan/Hendra menambah dua poin beruntun dan memasuki game point. Tapi, Choi/Seo kembali bisa menyamakan skor 20-20 dan memaksakan setting. Setelah sama kuat 21-21, Ahsan/Hendra akhirnya menutup gim pertama 23-21.

Di gim kedua, Ahsan/Hendra berada di atas angin. Mereka melejut 11-4 memasuki interval. Selepas itu, Ahsan/Hendra tak mengendurkan tekanan dan unggul jauh 18-12 hingga akhirnya menutup pertandingan 21-13.

Di final, Ahsan/Hendra akan menghadapi pemenang antara Lee Yang/Wang Chi-Lin (Taiwan) dan Ben Lane/Sean Vandy (Inggris).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini