Bursa 14 Mei, Silahkan Beli Saham BNI, BRI, TINS dan WEGE

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alias tolok ukur perdagangan saham di BEI diramalkan akan kembali menguat pada Kamis, 14 Mei 2020. Kemarin, IHSG ditutup melemah 0,75 persen ke level 4.554,36.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta pun memprediksi laju indeks akan bergerak dengan support pada level 4.443,63 hingga 4.318,10. Sementara itu, resistance akan memiliki range pada 4.747,88 hingga 4.975,54.

Ia mengatakan aksi berbalik arah indeks terlihat dari sisi pergerakan teknikal. Di mana, indikator MACD masih dalam status pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

“Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi rebound (menguat) pada pergerakan IHSG,” ujarnya Rabu sore.

Nafan pun merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

1. BBNI, Daily (3720) (RoE: 12.31%; PER: 4.47; EPS: 831.59; PBV: 0.55; Beta: 2.05): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 3580 – 3720, dengan target harga di level 3760, 3850, 4240, 4620 dan 5000. Support: 3470.

2. BBRI, Daily (2470) (RoE: 16.46%; PER: 8.77x; EPS: 281.51; PBV: 1.44x; Beta: 1.46): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2440 – 2470, dengan target harga secara bertahap di level 2560, 2800, 2980, 3110 dan 3660. Support: 2300.

3. BMRI, Daily (4010) (RoE: 13.15%; PER: 6.74x; EPS: 594.85; PBV: 0.87x; Beta: 1.45): Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 3900 – 4010, dengan target harga secara bertahap di level 4175, 4600, 4940, 5175 dan 6175. Support: 3700.

4. ELSA, Daily (202) (RoE: 9.97%; PER: 4.14x; EPS: 48.83; PBV: 0.41x; Beta: 1.39): Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 196 – 202, dengan target harga secara bertahap di level 212, 228 dan 290. Support: 191 & 164.

5. TINS, Daily (486) (RoE: -11.62%; PER: -5.88x; EPS: -82.61; PBV: 0.69x; Beta: 1.74): Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 470 – 486, dengan target harga secara bertahap di level 515, 595, 660, 710 dan 900. Support: 424 & 368.

6. WEGE, Daily (162) (RoE: 18.36%; PER: 3.42x; EPS: 47.05; PBV: 0.63x; Beta: N/A): Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 156 – 162, dengan target harga secara bertahap di level 163, 171, 180, 202 dan 224. Support: 153 & 146.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini