Bursa 10 April: IHSG Berpeluang Resistance Hari Ini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Perdagangan bursa pada Selasa 9 April 2019 kemarin ditutup dengan kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks domestik berhasil ditutup menguat signifikan 0,91 persen di level 6.484.348.

Menurut analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6447.792 hingga 6411.236. Resistance pertama maupun kedua memiliki range 6502.647 hingga 6520.946.

Berdasarkan indikator, MACD masih berada di area positif. “Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral,” kata Nafan di Jakarta, Rabu 10 April 2019.

Di sisi lain, kata Nafan, terlihat pola white closing marubozu candle. Kondisi itu mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG pada hari ini.

“Sehingga IHSG berpeluang menuju ke area resistance,” ujarnya.

Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:

GMFI, Daily (258) (RoE: 9.28 persen; PER: 16.19x; EPS: 15.69; PBV: 1.50x; Beta: N/A): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 244 – 258, dengan target harga secara bertahap di level 262, 296, 330 dan 364. Support: 244 & 228.

INCO, Daily (3340) (RoE: 3.21 persen; PER: 37.62x; EPS: 88.51; PBV: 1.21x; Beta: 1.16): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 3310 – 3350, dengan target harga secara bertahap di 3450, 3640, 3890, 4460 dan 5050. Support: 3310 & 3180.

ITMG, Daily (19750) (RoE: 27.01 persen; PER: 5.77x; EPS: 3448.47; PBV: 1.60x; Beta: 1.59): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 19600 – 19800, dengan target harga secara bertahap di level 20125, 20500, 20800, 22100 dan 23400. Support: 19525.

MEDC, Daily (850) (RoE: -3.70 persen; PER: -20.36x; EPS: -41.74; PBV: 0.75x; Beta: 2.05): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 840 – 850, dengan target harga secara bertahap di level level 870, 1000 dan 1120. Support: 815.

PPRO, Daily (142) (RoE: 8.10 persen; PER: 18.98x; EPS: 7.64; PBV: 1.54x; Beta: 1.97): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 141 – 143, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level 148, 160, 172 dan 184. Support: 141 & 136.

SRIL Daily (338) (RoE: 16.38 persen; PER: 5.66x; EPS: 59.73; PBV: 0.92x; Beta: -0.13): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola white bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 332 – 340, dengan target harga secara bertahap di level 346, 358, 372, 408 dan 442. Support: 328.

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini