Bukan Pangeran, Ini Sebutan Anak Meghan Markle dan Pangeran Harry Nantinya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pangeran Harry dan Meghan Markle saat ini sedang berbahagia. Mereka berdua baru saja dikaruniai anak pertama, seorang bayi laki-laki yang dinamai Archie Harrison Mountbatten-Windsor.

Meskipun keturunan pangeran dan berada di posisi ke tujuh dalam takhta kerajaan Inggris, Anak pertama pangeran Harry ini tak akan mendapatkan gelar pangeran di depan namanya. Alasannya, sejarah kerajaan telah mengatur soal gelar ini sejak lama.

Kembali ke tahun 1917, ketika Pangeran George V membatasi anggota keluarga kerajaan dengan memberi gelar.

Mengingat Pangeran Harry adalah putra kedua dari Pangeran Charles, Prince of Wales, maka anak-anak keturunannya akan berada jauh dari garis takhta kerajaan. Pangeran Harry sendiri, kini berada di urutan ke-6 yang duduk di tahta kerajaan Inggris, setelah Pangeran Charles, Pangeran William, Pangeran George, Putri Charlotte dan Pangeran Louis.

Bila tidak dipanggil pangeran, Archie tetap akan memiliki gelar bangsawan yaitu Earl of Dumbarton yang merupakan gelar milik sang ayah, Pangeran Harry. Namun Harry dan Meghan memutuskan tidak memberi gelar sama sekali untuk sang anak, seperti yang telah dikonfirmasi pada media Inggris, Daily Mail.

“Aku telah melakukan konfirmasi jika Archie Harrison Mounbatten-Windsor tak akan memiliki gelar. Dia hanya akan dipanggil Master Archie,” ujarnya.

Panggilan ini bukan hal mengejutkan mengingat Harry dan Meghan selalu ingin membesarkan anaknya secara normal dan tidak menjadi pusat perhatian. Keduanya merasa tidak perlu memberikan Archie sebuah gelar.

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini