Bukan Hanya di Film, Ternyata di Dunia Nyata ada Sosok Asli James Bond, Yuk Kenalan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Serial film James Bond memang selalu ditunggu oleh para penggemarnya. Diketahui, James Bond merupakan seorang agent yang mendapat tugas khusus sebagai mata-mata.

Namun, tahukah Anda, bahwa James Bond itu benar ada di dunia nyata. Hal itu terungkap setelah Institute of National Remembrance (IPN) membuka arsip yang membuat warga Polandia terkejut.

Pasalnya dalam arsip yang diunggah ke media sosial itu, IPN menyebut ada pria yang diduga mata-mata Inggris bernama James Bond di negara mereka pada tahun 1960-an.

Berdasarkan arsip tersebut, James Bond datang ke Polandia pada 18 Februari 1964 dan dipekerjakan sebagai pengarsip untuk Atase Militer Kedutaan Inggris. Sosoknya langsung menarik perhatian petugas kontra-intelijen Polandia.

“Kami tahu dia ada di Polandia, sekitar tahun 1964 dan 1965,” kata direktur arsip IPN, Marzena Kruk, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Lebih lanjut, Marzena Kruk pun menggambarkan bagaimana sosok agen mata-mata bernama James Bond tersebut selama berada di Polandia.

“Dia melakukan perjalanan di Polandia, dia menyukai perempuan, sama seperti karakter fiksi James Bond, tapi tidak ada catatan mengenai Martini,” ujar Kruk, mengacu kepada minuman favorit agen rahasia 007 dalam buku dan film.

Dalam arsip itu, disebutkan pula bahwa Bond diawasi ketat di Polandia, dia mengunjungi wilayah Bialystok dan Olsztyn di timur laut Polandia untuk mencoba menembus fasilitas militer. Kendati demikian, tidak ada catatan Bond berinteraksi dengan warga Polandia.

Terlepas dari fakta ini, nama James Bond sendiri melekat pada karakter fiksi yang dibuat oleh penulis Ian Fleming. James Bond digambarkan sebagai seorang mata-mata cerdik asal Inggris dengan code name 007.

Kisah James Bond sendiri diadaptasi ke layar perak sejak tahun 1962, dan telah diperankan oleh banyak aktor kondang seperti Sean Connery, Pierce Brosnan, hingga Daniel Craig.

James Bond di dunia nyata
James Bond di dunia nyata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini