Bukan Cuma Jakarta, Penyekatan Juga Dilakukan di Jabodetabek, Ini Daftarnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah melakukan evaluasi dalam seminggu, mulai Senin 28 Juni 2021, Polda Metro Jaya menambah pembatasan hingga 35 ruas jalan yang disekat.

Seluruh wilayah yang disekat itu bukan hanya di Jakarta tetapi meliputi Bekasi, Depok, Tangerang terdiri dari 21 pembatasan mobilitas dan 14 pengendalian mobilitas

“Ke 35 titik itu diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat yang akan dilakukan di sejumlah wilayah Jakarta dan penyangga Jakarta,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin 28 Juni 2021.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. Dia mengatakan, pemilihan lokasi tersebut lantaran seringnya terjadi kerumunan di lokasi-lokasi tersebut.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya sejak Senin, 21 Juni 2021 telah melakukan pembatasan mobilitas masyarakat di Jakarta. Pembatasan atau penyekatan dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Kendati begitu, sejumlah kendaraan masih diperbolehkan melintas antara lain kendaraan kepolisian, TNI, patroli petugas, ambulans termasuk penghuni rumah maupun penghuni hotel hingga ojol.

Pembatasan ini dinilai berhasil melakukan pembatasan mobilitas, Polda Metro Jaya melakukan kegiatan tambahan yakni pengendalian mobilitas. Cara kerjanya yakni membatasi pergerakan masyarakat tanpa penyekatan dan gencar melakukan patroli untuk mengimbau terkait prokes.

Wilayah penyekatan itu adalah:

Jakarta Pusat
– Kawasan Jalan Cassa dan Jalan Salemba Tengah.
– Jalan Sabang, kawasan Cikini Raya mulai dari Cut Mutia sampai Raden Saleh, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Apron.

Jakarta Selatan
– Kawasan Kemang dan Bulungan.
– Kawasan Jalan Wolter Monginsidi mulai dari perempatan Cikajang hingga Gunawarman, Jalan Cipete Raya mulai dari simpang Antasari-Fatmawati.

Jakarta Timur
– Kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Jatinegara Timur, Jalan Sutoyo Kramat Jati, dan Jalan Raya Bogor depan Pusdikkes Jaktim.
– Kawasan Jalan BKT

Jakarta Utara
– Kawasan Beulevard Kelapa Gading.
– Kawasan Sunter dan PIK 2

Jakarta Barat
– Kawasan Mangga Besar
– Kawasan Kota Tua dan Jalan Pemancingan Srengseng.

Bekasi
– Kawasan Taman Sehati Cikarang dan Diatrik Satu Meikarta Cikarang
– Bekasi Kota di kawasan Jalan Boulevard Selatan dan Jalan Sumarecon.
– Kabupaten Bekasi di kawasan Cikarang Baru dan Cifest Cikarang Selatan.

Tangerang
– Tangerang Kota di kawasan Jalan Kali Pasir dan Bandeng Raya.
– Tangerang Selatan di kawasan Beulevard Alam Sutra, Jalan Sutra Utama, dan Jalan Klik Gading Serpong.

Depok
– Kawasan Jalan M Yanis depan STIE MBI Depok dan Jalan M Yasin depan McD Depok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini