Brigjen NW Hapus Red Notice Joko Tjandra Saat Baru Jadi Sekretaris NCB

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Upaya melepaskan Joko Tjandra dari jeratan hukum ternyata aktif dilakukan istrinya, Anna Boentaran. Dia lah yang ‘menggerakkan’ Brigjen Nugroho Wibowo menghapus nama terdakwa kasus Cessie Bank Bali tersebut dari daftar pencarian orang (DPO) atau red notice interpol.

Hebatnya lagi, penghapusan itu dilakukan saat Brigjen NW baru 12 hari menduduki jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia yaitu 16 April 2020.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, hal tersebut merupakan fenomena menarik dan hingga kini menjadi misteri, kecuali Presiden Jokowi turun tangan membukanya untuk membersihkan institusi Polri.

“Dengan cara membentuk Tim Pencari Fakta Joko Tjandra,” katanya Neta.

Setelah mendapat surat dari Anna Boentaran, Brigjen NW pun mengeluarkan surat No: B/186/V/2020/NCB.Div.HI tertanggal 5 Mei 2020, soal penghapusan Interpol Red Notice Joko Tjandra kepada Dirjen Imigrasi.

Hal yang mengherankan Neta adalah Imigrasi tidak mempermasalahkan pencabutan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini