BPS: Ini Modal Indonesia Jadi Negara Maju 2045

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Secara faktual, Indonesia sangat berpeluang menjadi negara maju karena sekarang sudah memiliki modal yang pasti. Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) dr. Ateng Hartono di Jakarta, Senin 23 November 2020.

Potensi itu adalah angka indeks pembangunan manusia (IPM) kita sudah cukup baik yaitu 71,39 pada 2019 dan meningkat lagi pada tahun ini.

Selain itu, produk domestik bruto (PDB) per kapita kita sudah memasuki middle income atau kelas masyarakat berpendapatan menengah.

Hal lainnya adalah Indonesia memiliki 90 juta penduduk kaum milenial. Pertumbuhan ekonomi mereka juga terus bertambah menjadi 5,17 persen pada 2018 dan 5,20 persen pada 2019 dan terus meningkat tahun ini.

Hal lainnya adalah gini ratio Indonesia juga relatif lumayan di angka 0,38. Selain itu angka harapan lama sekolah sudah di 12,99 atau selama 20 tahun setara D2 atau D1.

Meski begitu, Ateng mencatat sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan Indonesia emas pada 2045 antara lain tingkat fertilitas yang masih perlu diturunkan.

Selain itu bonus demografi yang harus disikapi dengan benar sehingga turunnya angka dependensi dan meningkatnya populasi usia produktif.

Indonesia akan dapat kehilangan bonus demografi ketika peluang-peluang untuk meningkatkan produktivitas lebih kecil dibandingkan jumlah SDM usia produktif yang ada.

Untuk itu, Ateng menyimpulkan bonus demografi akan dapat diraih suatu negara ketika tingkat ketergantungan negara relatif kecil dan ketika negara itu bisa menciptakan industri-industri yang dibangun di dalam negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini