BPN Tipu-tipu! Prabowo Ternyata Sudah di Brunei, Mau Kabur Ya?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Capres 02 Prabowo Subianto dikabarkan telah terbang ke Brunei Darussalam pada Kamis 16 Mei 2019. Kabar kepergian Prabowo bahkan dikonfirmasi oleh pihak imigrasi.

Pernyataan imigrasi bahwa Prabowo berada di Brunei sekaligus membuktikan bahwa orang-orang BPN Prabowo-Sandiaga telah berbohong, karena mereka menyebut sampai hari ini Sabtu 18 Mei 2019, Ketum Gerindra itu masih ada di rumahnya di Kertanegara, Jakarta Selatan.

Dari imigrasi menyebut Prabowo terbang menggunakan pesawat pribadinya dengan nomor penerbangan 9H-NYC tipe Embraer 190. Dalam pesawat tersebut terdapat empat kru dan 12 penumpang.

Sebelumnya Jubir BPN Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade berkata bahwa Prabowo masih tetap berada di rumahnya dan tidak benar berada di Brunei.

Padahal, sempat beredar foto-foto Prabowo sedang menuju ke Brunei. Menurut Andre, itu bisa jadi itu adalah foto lama yang tidak diketahui secara pasti kapan diambil.

“Ya mungkin foto lama,” kata Andre di Jakarta, Sabtu 18 Mei 2019.

Foto-foto Prabowo sedang menuju ke Brunei beredar di kalangan wartawan. Tampak jelas dalam foto itu, Prabowo mengenakan jas hitam lengkap dengan pecinya.

Tampak sejumlah orang mendampingi Prabowo di antaranya Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono, ajudan atau sekretaris Prabowo, Rizky Irmansyah, dan ustaz Ansufri Idrus Sambo.

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini