Bom Mobil Meledak di Somalia, 30 Orang Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-30 orang meninggal dunia karena sebuah bom mobil meledak di ibu kota Somalia saat jam sibuk, Sabtu 28 Desember 2019. Ledakan itu terjadi di sebuah pos pemeriksaan di persimpangan yang ramai di Mogadishu.

“Ledakan itu menghancurkan, dan saya bisa memastikan lebih dari 20 warga sipil tewas, ada banyak lagi yang terluka,” kata perwira polisi Ibrahim Mohamed seperti dikutip kantor berita AFP.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas bom itu, tetapi gerilyawan al-Shabab sering melakukan serangan di sana.

Al-Shabab, sekelompok militan yang bersekutu dengan Al Qaeda telah mengobarkan pemberontakan selama lebih dari 10 tahun. Mereka dipaksa keluar dari ibu kota pada tahun 2011 tetapi hingga kini masih kerap mengendalikan wilayah di negara itu.

Saksi mata menggambarkan adanya pembantaian di tempat kejadian. “Yang bisa saya lihat adalah mayat-mayat berserakan di tengah ledakan dan beberapa dari mereka terbakar tanpa bisa dikenali,” kata Sakariye Abdukadir, saksi yang lokasinya dekat dengan ledakan itu.

Berbeda dengan data sebelumnya, seorang anggota parlemen Somalia, Mohamed Abdirizak, menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 90, meskipun informasi yang dia katakan telah dia terima belum dikonfirmasi secara independen. “Semoga Allah mengampuni para korban serangan biadab ini,” ujarnya.

 

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini