Boeing Akui Salah Memproduksi 737 seri Max

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Mantan Chairman Boeing Dennis Muilenburg mengakui perusahaan pembuat pesawat tersebut telah berbuat salah dalam memproduksi 737 seri max, akibatnya 346 orang dari dua kecelakaan harus tewas. Namun, hingga kini perusahaan itu masih mempelajarinya.

“Kami telah belajar dan masih belajar dari kecelakaan itu, Pak Ketua,” begitu pengakuan tertulis Muilenburg, Senin 28 Oktober 2019.

Pengakuan tersebut seperti dilansir reuters juga mengungkapkan pernyataan dari Boeing bahwa mereka meyakinkan bahwa kecelakaan seperti itu tidak akan terjadi lagi karena sudah mengalami perbaikan yang baik.

Denis Muilenburg sekarang sudah dipecat dari jabatan Chairman Boeing awal bulan Oktober ini.

Dia dijadwalkan memberi kesaksian di hadapan anggota Kongres AS bidang transportasi Rabu 30 Oktober 2019.

Sebelumnya, investigator Indonesia menyatakan bahwa Boeing tidak memberikan informasi soal pengoperasian 737 seri Max sehingga menyebabkan Lion Air JT 610 jatuh di Perairan Karawang tahun lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini