BNPB: Lebih 300 Bencana Terjadi Sepanjang Januari 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat selama Januari 2019, telah terjadi sekitar 366 bencana di Indonesia.

“Bencana ini menyebabkan total 94 orang meninggal dunia,” kata Kasubdit Tanggap Darurat BNPB Budhi Erwanto di Jakarta, Kamis 7 Maret 2019.

Dari catatan BNPB, ratusan bencana itu meliputi puting beliung, longsor, banjir dan beberapa lainnya. Selain korban jiwa, bencana selama Januari 2019 juga memaksa 88.613 orang mengungsi.

Puting beliun menduduki peringkat pertama dengan jumlah bencana paling banyak terjadi, disusul banjir dan tanah longsor.

Akibat ratusan bencana itu, total 39 fasilitas peribadatan rusak, 101 fasilitas pendidikan rusak, 106 fasilitas kesehatan rusak, dan 4.013 rumah warga rusak, ditambah sedikitnya 149 jiwa luka-luka.

Bencana itu juga menimbulkan masalah baru, yakni persoalan sosial dan ekonomi, tekanan jiwa, kekhawatiran, dan konflik sumber daya.

Banyak pengungsi yang kini telah kehilangan tempat tinggal, termasuk kehilangan mata pencaharian sehari-hari. Hal itu diperburuk dengan kondisi rentannya penyakit menyerang, dan masalah mental akibat kebosanan menunggu kepastian distribusi bantuan.

Warga yang mengungsi juga dihantui tanda tanya, sampai kapan mereka akan tinggal di pengungsian.

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini