Binda Sumut Siapkan Tiga Ribu Dosis Vaksinasi Tahap II di Medan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MEDAN – Badan Intelijen Negara (BIN) Sumatera Utara ( Binda Sumut) kembali menggelar vaksinasi massal tahap II untuk masyarakat dan pelajar. Sebanyak 3.000 dosis vaksin Covid-19 dipersiapkan.

Kepala BIN Sumut, Brigjen Jauhari Puja mengatakan, pihaknya kali ini merubah skema vaksinasi door to door di Medan yaitu melakukan vaksinasi dengan berkeliling menggunakan mobil.

“Langkah ini untuk memudahkan tenaga kesehatan memberikan suntik vaksin kepada masyarakat,” katanya, Kamis 12 Agustus 2021.

Skema ini dirubah setelah dilakukan evaluasi mengenai pelaksanaan vaksinasi door to door tahap pertama beberapa waktu lalu. Saat itu para nakes mengalami kendala lantaran harus membawa peralatan vaksinasi.

“Akhirnya, kami memutuskan menggunakan mobil sehingga memudahkan mobilitas para nakes karena barang-barang tetap berada di mobil. Lalu, kami mengetuk rumah warga untuk mengikuti vaksin,” katanya.

Sementara untuk vaksinasi pelajar, Binda Sumut menggelar vaksinasi lanjutan untuk kalangan pelajar di SMP Negeri 11 Medan dan SMA Negeri 1 Medan. “Kedua lokasi tersebut sekitar 2.000 orang,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini