BIN Lahirkan Desainer Muda Profesional Melalui Pelatihan Program PYCH

Baca Juga

Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) berhasil melahirkan para desainer muda yang sangat profesional. Terlahirnya perancang busana dan pegiat dunia fashion tersebut melalui adanya pelatihan dalam program Papua Youth Creative Hub (PYCH).

Dengan terlahirnya para penerus desainer dari kalangan para generasi muda yang telah memiliki etos profesionalitas yang tinggi, jelas akan berdampak sangat baik bagi pembangunan daerah setempat agar semakin maju dan berpengaruh pada pengembangan kemajuan bangsa.

Seluruh hal tersebut, tidak lepas dari upaya BIN dengan beragam program strategis unggulannya, termasuk salah satunya adalah PYCH yang mampu membantu para generasi muda di wilayah berjuluk Bumi Cenderawasih itu lebih berkembang.

Untuk diketahui, pada Selasa 23 Juli 2024, terdapat pelaksanaan peragaan busana dari para desainer muda binaan lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan tersebut melalui PYCH. Kegiatan itu menjadi ajang pembuktian bagaimana karya dari para pegiat fashion didikan BIN patut mendapatkan apresiasi tinggi.

Tidak hanya sekadar menghasilkan sebuah karya berupa desain busana yang bagus saja, namun lebih menariknya lagi adalah para desainer muda didikan Papua Youth Creative Hub itu juga menampilkan keragaman budaya daerah mereka agar semakin terkenal luas di publik, salah satunya terdapat pemuda yang mengenakan Noken khas Bumi Cenderawasih.

Bukan hanya itu, mereka juga memperlihatkan keindahan alam nusantara yang sangat luar biasa lewat desain yang anak-anak muda Papua kenakan dalam acara Fashion Show tersebut.

Hasil busana dari para desainer didikan BIN melalui program PYCH itu mereka tampilkan dengan sangat bagus secara langsung di hadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sehingga berhasil membuat Kepala Negara merasa sangat terkesan.

Para generasi muda penerus bangsa asal wilayah berjuluk Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi tersebut memang terlihat bahwa mereka telah mendapatkan didikan yang sangat bagus sehingga sudah sangat siap untuk bersaing di masa depannya.

Melalui program PYCH, BIN berupaya untuk mendidik anak muda yang tidak hanya sekedar pintar secara akademik saja, namun juga nenjadi generasi penerus bangsa yang berwawasan serta berkarakter kebangsaan yang kuat.

Penampilan anak-anak dalam acara Fashion Show dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2024 di Papua itu juga berhasil mencetak rekor yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Adanya peningkatan kreativitas yang mereka alami menjadi salah satu modal sangat penting bagi para generasi muda penerus bangsa di Papua untuk semakin membawa Bumi Cenderawasih maju ke depan.

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat beserta seluruh lapisan elemen masyarakat harus memberikan dukungan penuhnya pada upaya BIN memajukan generasi muda Papua melalui Program PYCH. Hal ini dikarenakan program PYCH turut mampu mengembangkan industri kreatif di Indonesia melalui peranan dari anak-anak. Sekaligus, PYCH mampu menjadi wadah dan memberikan fasilitas yang lengkap bagi para pemuda untuk terus berkembang dan belajar sehingga potensi yang ada pada diri mereka bisa semakin berkembang.

Dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) 2024, PYCH juga menggandeng Gramedia untuk bekerja sama. Menurut Yosua Somnaikubun selaku Sales Supervisor Gramedia Jayapura bahwa kegiatan itu bermanfaat untuk mengembangkan minat dan bakat para anak muda setempat.

Dalam festival tersebut juga terdapat beberapa kegiatan lain seperti fotografi dan support UMKM di Kota Jayapura. Dengan beragam kegiatan itu, tentu pihak yang menjadi sangat berjasa bagi peningkatan kompetensi generasi muda adalah BIN melalui PYCH, yang mana program tersebut untuk mendukung misi Indonesia Emas 2045.

Pengembangan kreativitas dan berbagai potensi di Papua dilakukan melalui berbagai kegiatan yang senantiasa melibatkan masyarakat. PYCH juga kini telah berkembang pesat dengan melahirkan anak-anak muda Papua yang unggul  melalui Industri kreatif, pertanian dan perikanan, pembentukan entrepreneur muda, pengembangan UMKM, dan teknologi.

Keberhasilan PYCH di Jayapura akan menjadi Role model yang rencananya akan disusul daerah lain seperti Kota Manokwari, Papua Barat. Tidak hanya itu, rencananya Youth Creative Hub di Aceh bernama Amanah (Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat ) juga akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan itu memiliki sumbangsih yang sangat besar bagi kemajuan dan perkembangan Papua, khususnya melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda setempat sehingga menjadikan Bumi Cenderawasih lebih maju. Salah satunya dengan PYCH yang terbukti berhasil melahirkan para desainer penerus muda berbakat dan profesional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini