Reformasi Iklim Usaha Dorong Kepercayaan Investor ke Indonesia

Baca Juga

MataIndonesia, JAKARTA — Komitmen memperkuat iklim usaha nasional kian ditegaskan sebagai fondasi utama menjaga stabilitas investasi Indonesia. Berbagai pemangku kepentingan menilai momentum dinamika pasar justru menjadi pendorong percepatan reformasi struktural agar perekonomian nasional semakin kokoh, adaptif, dan berdaya saing global.

Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan transparansi merupakan langkah strategis untuk memastikan ekonomi Indonesia tumbuh di atas fondasi yang sehat. “Perbaikan dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi nasional. Tujuannya bukan sekadar memenuhi standar global, tetapi memastikan perekonomian Indonesia benar-benar kuat dan mandiri,” ujarnya.

Menurut Edy, peningkatan kualitas regulasi, akuntabilitas, dan integritas pasar akan memperkuat kepercayaan investor jangka panjang. Ia menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk terus menyempurnakan sistem ekonomi nasional sehingga mampu bersaing secara setara dalam arsitektur keuangan global.

Pandangan senada disampaikan peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Mervin Goklas Hamonangan. Ia menyebut pengalaman dinamika pasar global di masa lalu menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investasi. “Indonesia semakin matang dalam mengelola volatilitas global. Ketahanan fiskal, stabilitas moneter, dan koordinasi kebijakan kini jauh lebih solid,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan iklim usaha juga berarti mendorong diversifikasi mitra investasi serta memperbesar partisipasi investor domestik. Dengan demikian, struktur pembiayaan pembangunan tidak bergantung pada satu sumber, melainkan bertumpu pada kekuatan ekonomi nasional sendiri.

Sementara itu, peneliti Departemen Hubungan Internasional CSIS, M. Habib Abiyan Dzakwan, menekankan pentingnya membangun optimisme berbasis evaluasi internal. “Kita perlu menumbuhkan mental melihat ke dalam untuk terus berbenah. Setiap momentum adalah peluang memperbaiki sistem agar semakin kredibel dan kompetitif,” ujarnya.

Habib menilai perbaikan iklim usaha harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup kepastian hukum, konsistensi regulasi, serta koordinasi lintas sektor. Menurut dia, investor membutuhkan jaminan stabilitas jangka panjang. “Investor menanamkan modal untuk horizon waktu panjang. Kepastian regulasi dan penegakan hukum menjadi faktor utama dalam membangun keyakinan tersebut,” katanya.

Penguatan peran lintas kementerian, termasuk koordinasi aspek ekonomi dan diplomasi, juga dinilai penting untuk memastikan kepentingan nasional terlindungi dalam interaksi global. Reformasi yang konsisten akan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman dan prospektif di kawasan.

Para akademisi sepakat, perbaikan iklim usaha bukan sekadar respons terhadap dinamika pasar, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkokoh kedaulatan ekonomi. Dengan tata kelola yang semakin transparan, regulasi yang pasti, serta stabilitas makroekonomi yang terjaga, Indonesia diyakini mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan menjadikan investasi sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Judi Daring dan Tanggung Jawab Kolektif Melindungi Generasi Muda

Oleh : Ravisya Darasya)* Perkembangan teknologi digital membawa dua sisi mata uang bagi Indonesia. Di satu sisi, ruang digital membuka...
- Advertisement -

Baca berita yang ini