BIN Gelar Vaksinasi untuk 87 Orang di Jayawijaya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAWIJAYA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua juga menggelar vaksinasi lanjutan di Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Dinas Kesehatan setempat.

Vaksinasi ini mulanya ditargetkan untuk 100 orang, namun akhirnya cuma 87 orang yang bisa divaksin.

“Dengan rincian 69 orang vaksin tahap I dan 18 orang vaksin tahap II. Sementara itu, 23 orang tertunda karena hasil tensi tinggi dan tidak hadir,” ujar Ketua Tim Vaksinator dr. Astria, Rabu 13 Oktober 2021.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pelajar yang hadir untuk mengikuti vaksinasi ini.

“Kami berharap agar ke depannya masyarakat dan pelajar dengan sukarela mengikuti program vaksinasi ini sehingga kita bisa melawan virus Covid-19 ini,” katanya.

Ia pun berjanji akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Ia juga akan mengedukasi mereka untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa Pandemi walaupun sudah divaksin.

“Tujuannya untuk menjaga diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini